(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang pada hari Senin turun, karena menguatnya Yen dan permintaan menurun dari Cina.
Harga karet Juni di The Osaka Exchange (OSE) turun 3.4 yen atau 0.89% menjadi 378.6 yen ($2.43) per kg.
Harga karet Maret di the Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 205 yuan, atau 1.19% menjadi 17,450 yuan ($2,401.40) per MT, kenaikan pertama sejak turunnya harga karet alam disaingi oleh karet sintetis.
Harga karet Butadiene Februari di SHFE naik 115 yuan atau 0.78% menjadi 14,780 yuan ($2,033.96) per MT.
Yen Jepang tetap di 155.88 per dolar setelah Bank Jepang membuat kebijakan untuk suku bunga ada pada level tertinggi sejak krisis keuangan 2008. Menguatnya yen menyebabkan harga barang Jepang mahal apabila dibeli dengan mata uang lain.
Di negara produsen karet terbesar Thailand lembaga meteorologi memperingatkan bahwa akan ada hujan deras dan akan menyebabkan banjir pada 27 Januari sampai 29 Januari. Hujan akan mengganggu produksi di perkebunan karet
Aktivitas manufaktur Cina turun pada bulan Januari sehingga mempengaruhi pasar modal dan perdagangan di pasar modal flat. Aktivitas manufaktur turun apalagi untuk kendaraan-kendaraan akan berefek pada permintaan akan karet juga menurun.
Analisa Tehnikal untuk karet
support pertama 355 yen berikut ke 349 yen
resistant pertama 373 yen berikut ke 378 yen.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting