IHSG Senin Siang Menguat 0,5% ke Level 6.852; PDB Tumbuh Melambat, Regional Sebagian Libur

319
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (5/5), terpantau menguat 35,818 poin (0,53%) ke level 6.851,548 setelah dibuka naik ke level 6.840,926.

IHSG bergerak uptrend ke sekitar level 10,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di antara bursa Jepang, Hong Kong, China yang libur, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam gain dengan S&P500 rally 9 hari.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melandai dengan menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp 16.429, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; di bawah area 3 minggu terkuatnya walau tertahan dengan data tenaga kerja di NFP yang melebihi estimasi.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.430, serta terpantau rally melambat di hari keempat ke level 6,5 minggu terkuatnya, tertahan oleh rilis melambatnya pertumbuhan PDB Indonesia triwulan I 2025 yang ke 4.87%.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 25,196 poin (0,37%) ke level 6.840,926. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,090 poin (0,27%) ke level 765,440. Siang ini IHSG menguat 35,818 poin (0,53%) ke level 6.851,548. Sementara LQ45 terlihat naik 0,81% atau 6,200 poin ke level 769,550.

Tercatat saat ini sebanyak 323 saham naik, 257 saham turun dan 217 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya ASX200 yang merosot 0,97%, dan Straits Times yang naik 0,06%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally di hari keenam ke 10,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias turun di antara beberapa bursa yang libur.

Berikutnya IHSG kemungkinan tetap uptrend secara lebih bertahap, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.909 dan 7.034. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.588, dan bila tembus ke level 6.373.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group