IHSG Selasa Ditutup Merosot 1,8% ke Level 7.628; Bursa Asia Berakhir dengan Mixed

401
ihsg
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (9/9), terpantau merosot tajam 138,244 poin (1,78%) ke level 7.628,605 setelah dibuka turun ke level 7.721,722.

IHSG bergerak tergelincir di hari keduanya ke seminggu terendahnya setelah pergantian Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet, sedangkan bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat dengan Nikkei mencetak rekor setelah PM Ishiba mengundurkan diri, mengikuti Wall Street yang berakhir positif dengan Nasdaq membukukan rekor baru.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini balik melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.470, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi ke 1,5 bulan terendahnya oleh lemahnya data tenaga kerja AS yang menaikkan prospek penurunan bunga the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.435, serta terpantau tergerus tekanan 4 hari ke level 5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 45,127 poin (0,58%) ke level 7.721,722. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,040 poin (0,26%) ke level 781,550. Siang ini IHSG melemah 126,592 poin (1,66%) ke level 7.638,257. Sementara LQ45 terlihat turun 1,57% atau 12,280 poin ke level 771,310.

IHSG kemudian mendatar dan ditutup melemah tajam 138,244 poin (1,78%) ke level 7.628,605, sedangkan LQ45 turun 1,74% atau 13,660 poin ke level 769,930. Tercatat saat ini sebanyak 222 saham naik, 465 saham turun dan 118 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang turun 0,42%, dan Hang Seng yang melaju 1,19%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa terkoreksi tajam 2 hari ke oversold area, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat dengan Nikkei mencetak rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap tertekan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.913 dan 8.022. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,547 dan bila tembus ke level 7,448.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group