(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (11/11), terpantau melemah 28,090 poin (0,33%) ke level 8.363,150 setelah dibuka naik ke level 8.426,204.
IHSG bergerak terkoreksi profit taking dari area rekor hariannya, sedangkan bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah rebound saham AI, serta merncermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain oleh harapan berakhirnya shutdown Pemerintah AS.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,27% atau 45 poin ke level Rp 16.690, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik tipis setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya, beranjak naik dari seminggu terendahnya oleh indikasi segera berakhirnya shutdown Pemerintah AS.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.645, serta terpantau terkoreksi dari level seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 34,964 poin (0,42%) ke level 8.426,204. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,680 poin (0,20%) ke level 846,550. Siang ini IHSG melemah 28,090 poin (0,33%) ke level 8.363,150. Sementara LQ45 terlihat turun 0,20% atau 1,690 poin ke level 843,180.
Tercatat saat ini sebanyak 263 saham naik, 409 saham turun dan 141 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,14%, dan Hang Seng yang menurun 0,20%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa terkoreksi profit taking dari area rekor, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah rebound saham AI.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidatif gerakannya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.478 dan 8.500. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,181 dan bila tembus ke level 8,039.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



