(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga turundari rekor tertinggi mendekati $12,000 per MT pada hari Jumat, kenaikan harga karena risiko yang mempengaruhi permintaan akan logam. Harga logam naik selama 3 minggu berturut –turut.
Harga tembaga kontrak 3 bulan di the London Metal Exchange turun 0.6% menjadi $11,794.50 per ton setelah sempat menyentuh $11,952 pada sesi sebelumnya mendekati harga $12,000 secara psikologis.
Harga tembaga minggu ini naik 1.6%.
Pada jangka pendek harga tembaga akan berada diatas $11,000. Kenaikan harga terus berlangsung, permintaan meningkat terutama dari Cina konsumen terbesar, sangat penting. Harga akan terus berada pada range tersebut.
Perkiraan ANZ harga tembaga akan berada diatas $11,000 per ton di 2026, dengan potensi harga naik ke $12,000 pada akhir tahun karena kekurangan pasokan dan meningkatnya permintaan.
Persediaan tembaga di gudang yang diawasi oleh the Shanghai Futures Exchange naik 0.5% pada minggu terakhir menjadi 89,389 ton,
Kantor Berita Resmi Cina Xinhua melaporkan pemimpin China menjanjikan akan mempertahankan kebijakan fiskal yang proaktif pada tahun 2026. Risiko penurunan permintaan tidak boleh diabaikan karena para pembeli Cina sangat sensitive terhadap harga.
Harga Logam lain di LME
Harga Aluminium turun 0.6% menjadi $2,883 per ton
Harga zinc turun 0.5% menjadi $3,187 setelah naik ke harga tertinggi 13 bulan pada hari Kamis.
Data di LME pada hari Jumat terjadi pemasukan 1,800 ton zinc ke persediaan sehingga menjadi 61,924 ton jumlah tertinggi sejak Agustus
Harga timbal turun 0.4% menjadi $1,980.50
Harga timah naik 0.5 % menjadi $41,860 setelah naik ke tertinggi sejak April karena kekhawatiran persediaan
Harga nikel turun 0.1% menjadi $14,610
Analisa teknikal untuk tembaga di LME
Support pertama di $11,785 kemudian turun ke $11,748
Resistance pertama di $11,821 dan berikut ke $11,857
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



