(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang naik pada hari Rabu, naik ke harga tertinggi 10 bulan karena kekhawatiran cuaca lembab mengganggu produksi di produsen terbesar di Thailand.
Harga karet Juni di the Osaka Exchange naik 4.5 yen atau 1.29% menjadi 353.7 yen ($2.26) per kg. Harga karet sempat naik ke 355 yen pada sesi sebelumnya, tertinggi sejak akhir Maret.
Harga karet Mei di the Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 230 yuan atau 1.44% menjadi 16,180 yuan ($2,315.70) per MT, harga tertinggi sejak awal September.
Harga karet butadiene Februari di SHFE naik 295 yuan, atau 2.49% menjadi 12,155 yuan per ton.
Thailand’s meteorological Agency memperingatkan akan adanya badai petir yang terisolasi antara tanggal 6 – 9 Januari di Thailand Selatan dimana daerah produksi karet terkonsentrasi. Sehingga harga naik.
Sementara hujan akan berkurang dari 10 – 11 Januari, sehingga pasokan akan meningkat dan membuat harga karet tertekan.
Pabrik menyimpan persediaan di Cina sebelum Tahun Baru Imlek di bulan Februari sehingga menaikkan harga karet.
Turunnya harga minyak mentah membuat harga karet turun. Harga minyak melanjutkan penurunan, turun hampir 1% setelah Presiden AS mengatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 – 50 juta barel minyak sebagai sanksi kepada AS.
Karet alam selalu mengikuti arah dari harga minyak mentah karena bersaing dengan karet sintetis yang dibuat dari minyak
Analisa tehnikal untuk karet Jepang
Suppport pertama di 343 yen kemudian ke 334 yen
Resistant pertama di 353 yen kemudian ke 363 yen
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



