(Vibiznews – Commodity) – Harga Kopi Arabika, Kopi Robusta, Gula dan Kakao semua turun menguatnya Indeks Dolar AS – Review Minggu Pertama Januari 2026
KOPI
Harga kopi arabika Maret di ICE New York turun $14.70 (3.95%) menjadi $357.65. Harga kopi Robusta di ICE London turun $25 (0.64%)
Summary faktor penggerak harga Kopi minggu ini
- Harga kopi Arabika turun dan harga kopi Robusta turun pada hari Jumat
- Indeks dolar AS menguat ke kurs tertinggi 4 minggu
- Harga kopi rata-rata di ICO 306.36 sen per pound
- Persediaan Kopi Arabika di ICE naik ke jumlah tertinggi 2 bulan
- Persediaan kopi Robusta di ICE naik ke jumlah tertinggi 5 minggu
- Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin di Minas Gerais curah hujan 47.9 mm pada minggu ini sampai 2 Januari atau 67% dari rata-rata
Harga kopi turun tajam pada hari Jumat karena perkiraan hujan di Brazil Tengah selama minggu depan, mengurangi kekhawatiran kekeringan.
Indeks dolar AS naik pada hari Jumat ke harga tertinggi 4 minggu sehingga menurunkan harga komoditas secara keseluruhan termasuk kopi.
Harga kopi Robusta mendapatkan tekanan pada minggu ini karena meningkatnya ekspor kopi dari Vietnam di negara produsen kopi terbesar.
Vietnam’s National Statistics Office melaporkan pada hari Senin , ekspor kopi Vietnam di 2025 melonjak 17.5% dari tahun lalu menjadi 1.58 MMT.
Pada hari Kamis, harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 4 minggu karena curah hujan di Brazil di bawah rata-rata.
Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin di Minas Gerais curah hujan 47.9 mm pada minggu ini sampai 2 Januari atau 67% dari rata-rata
Persediaan kopi turun sehingga menaikkan harga Persediaan Kopi Arabika di ICE turun ke jumlah terendah 1 ¾ tahun menjadi 398,645 kantong pada 20 Nopember sekarang naik ke jumlah tertinggi 2 ½ bulan menjadi 461,829 kantong pada hari Rabu.
Persediaan kopi Robusta di ICE turun ke jumlah terendah 1 tahun menjadi 4,012 lot pada 10 Desember tetapi sekarang naik ke tertinggi 5 minggu di 4,278 lot pada 23 dan 24 Desember.
Pembeli di Amerika menolak untuk membuat kontrak baru untuk membeli kopi Brazil karena pajak impor 50% yang dikenakan ke Brazil. Inilah dimana persediaan kopi di pasar AS sangat sedikit karena 1/3 kopi yang tidak dipanggang berasal Brazil.
AS membeli kopi Brazil dari Agustus sampai Oktober selama tarif AS yang dikenakan terhadap Brazil turun 52% dari tahun lalu pada periode yang sama menjadi 983,970 kantong.
Outlook dari pasokan kopi yang melimpah menurunkan harga Laporan dari Conab pada 4 Desember perkiraan hasil kopi Brazil 2025 dinaikkan 2.4% menjadi 56.54 juta kantong dari perkiraan September 55.20 juta kantong
Harga kopi Robusta mengalami tekanan karena kekhawatiran melimpahnya pasokan. Produksi kopi Vietnam 2025/26 diperkirakan naik 6% dari tahun lalu menjadi 1.76 MMT atau 29.4 juta kantong ke tertinggi 4 tahun.
Meningkatnya persediaan kopi Vietnam menurunkan harga. The Vietnam Coffee and Cocoa Association (Vicofa) mengatakan pada 24 Oktober bahwa hasil kopi di 2025/26 naik 10% dari tahun lalu jika cuaca baik
Berita penurunan ekspor membuat harga kopi naik setelah Laporan dari the International Coffee Organization (ICO) pada 7 Nopember bahwa ekspor kopi global pada tahun marketing ini ( Oktober – September) turun 0.3% dari tahun lalu menjadi 138,658 juta kantong
USDA Foreign Agricultural Service (FAS) pada 18 Desember memperkirakan produksi kopi dunia di 2025/26 naik 2% dari tahun lalu menjadi 178,848 juta kantong. Penurunan produksi kopi Arabika 4.7% menjadi 95.515 juta kantong . Produksi kopi Robusta naik 10.9% menjadi 83.333 juta kantong
USDA Foreign Agricultural Service (FAS) memperkirakan produksi kopi Brazil 2025/26 turun 3.1% dari tahun lalu menjadi 63 juta kantong
Produksi kopi Robusta Vietnam menurut FAS di 2025/26 naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 30.8 juta kantong jumlah tertinggi 4 tahun.
Perkiraan persediaan akhir di 2025/26 turun 5.4% menjadi 20.148 juta kantong dari 21.307 juta kantong di 2024/25
Analisa tehnikal untuk kopi Arabika
Support pertama di $359 dan berikut ke $345
Resistance pertama di $382 kemudian ke $390
GULA
Harga gula Maret di ICE New York turun 8 sen (0.53%) menjadi $14.89 . Harga gula Maret di ICE London turun $2 (0.47%)
Summary Faktor Penggerak Harga Gula minggu ini
- Harga gula di New York dan harga gula di London turun pada hari Jumat
- Indeks dolar menguat ke kurs tertinggi 4 minggu
- Pasokan meningkat di pasar karena pertumbuhan yang baik dari tebu dan bit di seluruh dunia.
- Perkiraan surplus global yang besar di 2025/26 di pasar karena produksi naik di India dan Thailand
- The ISO memperkirakan produksi gula global 2025/26 naik 3.2%
Harga gula turun pada hari Jumat karena tekanan menguatnya dolar. Indeks dolar menguat ke kurs tertinggi 4 minggu pada hari Jumat sehingga menurunkan harga komoditas termasuk gula.
Menurunnya harga gula terbatas karena perkiraan dari indeks yang membeli di gula berjangka untuk menyeimbangkan indeks komoditi tahunan. Perkiraan Citigroup bahwa BCOM dan S&P indeks GSCI, dua indeks komoditas terbesar, akan mengalir $1.2 milyar ke kontrak gula berjangka pada minggu depan untuk menyeimbangkan indeks.
Harga gula di New York pada Senin naik ke harga tertinggi 2 1/2 bulan karena perkiraan mengecilnya persediaan dari Brazil. Pada 23 Desember Safras & Mercado melaporkan produksi gula Brazil di 2026/27 akan turun 3.91% menjadi 41.8 MMT dari 43.5 MMT di 2025/26 . Perusahaan itu memperkirakan ekspor gula Brazil di 2026/27 turun 11% dari tahun lalu menjadi 30 MMT.
Pada hari Jumat lalu harga gula turun ke harga terendah 3 minggu ditandai dengan kenaikan hasil gula India , setelah the India Sugar Mill Association (ISMA) pada Kamis lalu melaporkan produksi gula India di 2025/26 dari 1 Oktober sampai 31 Desember naik 25% dari tahun lalu menjadi 11.90 MMT dari 9.54 MMT dari tahun lalu di periode yang sama.
the India Sugar Mill Association (ISMA) pada 11 Nopember menaikan perkiraan produksi gula India di 2025/26 menjadi 31 MMT dari perkiraan sebelumnya 30 MMT naik 18.8% dari tahun lalu.
ISMA juga menurunkan penggunaan gula untuk produksi etanol di India menjadi 3.4 MMT dari perkiraan Juli 5 MMT sehingga membuat India diijinkan untuk menaikkan ekspor.
Harga gula turun pada awal bulan lalu karena meningkatnya ekspor gula India, setelah Sekretaris Pangan India mengatakan bahwa pemerintah mengijinkan tambahan ekspor untuk mengurangi pasokan domestik yang melimpah. Pada bulan lalu Kementerian Pangan India mengijinkan ekspor 1.5 MMT gula di tahun 2025/26. India memperkenalkan sistem kuota untuk mengekspor gula di 2022/23 setelah terlambatnya hujan membuat produksi berkurang membuat terbatasnya pasokan domestik.
Outlook dari hasil panen gula yang mencapai rekor menurunkan harga gula di Brazil. Pada 4 Nopember Conab menaikan perkiraan hasil gula Brazil menjadi 45 MMT dari perkiraan sebelumnya 44.5 MMT
Unica melaporkan pada 16 Desember produksi gula kumulatif 2025/26 di Brazil di Tengah – Selatan pada bulan Nopember naik1.1% dari tahun lalu menjadi 39.904 MMT. Jumlah tebu yang digiling menjadi gula naik 51.12% di 2025/26 dari 48.34% di 2024/25
Harga gula turun meneruskan penurunan pada 17 Nopember ketika the International Sugar Organization (ISO) memperkirakan surplus 1.625 juta MT di 2025/26 setelah di 2024/25 defisit 2.916 juta MT.
Menurut ISO surplus terjadi karena kenaikan produksi gula India, Thailand dan Pakistan.
Pada bulan Agustus ISO memperkirakan gula global di tahun 2025/26 defisit 231,000 MT
The ISO memperkirakan produksi gula global 2025/26 naik 3.2% menjadi 181.8 juta MT
Pedagang gula Czarnikow pada 5 Nopember menaikkan perkiraan surplus 2025/26 menjadi 8.7 MMT naik 1.2 MMT dari perkiraan bulan September 7.5 MMT.
Outlook produksi gula Thailand meningkat sehingga harga gula turun setelah Laporan dari the Thai Sugar Miller Corp pada 1 Oktober hasil gula Thailand di 2025/26 naik 5% dari tahun lalu 10.5 MMT.
Pada 16 Desember Laporan USDA dalam laporan tahunan, memperkirakan produksi gula global di 2025/26 naik 4.6% dari tahun lalu menjadi 189,318 MMT perkiraan USDA – FAS konsumsi gula global naik 1.4% dari tahun lalu mencapai rekor 177.921 MMT
Perkiraan persediaan akhir gula global turun 2.9% dari tahun lalu menjadi 41.188 MMT.
USDA -FAS dalam laporan tahunan, memperkirakan produksi gula Brazil di 2025/26 akan naik 2.3% dari tahun lalu mencapai rekor 44.7 MMT. FAS juga melaporkan produksi gula India di 2025/26 naik 25% dari tahun lalu menjadi 35.25 MMT, karena hujan turun dan perluasan area tanaman.
FAS melaporkan produksi gula Thailand 2025/6 naik 2% menjadi 10.25 MMT.
Analisa tehnikal untuk gula
Support pertama di $14.50 dan berikut ke $14.10
Resistance pertama di $15.10 dan berikut ke $ 15.60
KAKAO
Harga kakao Maret di ICE New York turun $732 (12.05%) menjadi $5,345 per ton. Harga kakao Maret turun $452 (10.35%)
Summary pergerakan harga kakao minggu ini :
- Harga kakao pada penutupan pasar hari Jumat turun tajam di New York dan di London
- Indeks dolar menguat ke kurs tertinggi 4 minggu
- Panen besar akan berlangsung dengan kualitas yang baik karena cuaca yang mendukung di Afrika Barat
- Pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa petani mengirimkan kakao ke pelabuhan Ivory Coast dari 1 Oktober sampai 4 Januari turun 3.4%
Harga kakao turun tajam pada hari Jumat, harga kakao turun ke harga terendah 6 minggudi New York dan harga kakao di London turun ke harga terendah 1 bulan.
Harga kakao turun tajam pada hari Jumat karena para eksportir mengambil keuntungan ketika harga kakao naik ke harga tertinggi 1 minggu dan menjual dengan harga yang baik, sehingga terjadi aksi jual di kakao berjangka menjelang panen di Afrika Barat.
Penjualan juga terjadi ketika indeks dolar menguat ke kurs tertinggi 4 minggu.
Pada hari Kamis harga kakao naik ke harga tertinggi 1 minggu karena perkiraan indeks yang berhubungan dengan kakao berjangka akan membeli kakao untuk menyeimbangkan indeks komoditas. Peak Trading Research memperkirakan bahwa indeks komoditas akan menyeimbangkan neraca tahunan pada minggu depan sehingga akan membeli 37,000 kontrak kakao berjangka mewakili hampir 31% dari posisi terbuka.
Cuaca yang membaik di Afrika Barat diperkirakan akan menaikkan hasil dan persediaan yang akan menurunkan harga. Tropical General Investmen Group mengatakan pada Jumat lalu kondisi yang bagus untuk pertumbuhan di Afrika Barat akan menaikkan hasil panen di Februari – Maret di Ivory Coast dan Ghana, setelah laporan petani buah kakao yang besar dan sehat dibanding tahun lalu di periode yang sama.
Pabrik coklat Mondelez International mengatakan bahwa hasil panen buah kakao terakhir di Afrika Barat naik 7% diatas rata-rata 5 tahun dan naik dari tahun lalu. Panen utama mulai berlangsung di Ivory Coast dan petani optimis kualitas kakao baik.
Harga kakao naik karena persediaan kakao lebih kecil dari Ivory Coast Pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa petani mengirimkan kakao ke pelabuhan Ivory Coast 1.073 MMT dari 1 Oktober sampai 4 Januari turun 3.3% dari 1.11MMT di tahun lalu pada periode yang sama.
Harga kakao naik karena perkiraan indeks yang berhubungan dengan kakao akan melakukan pembelian karena kakao berjangka telah dimasukkan ke the Bloomberg Commodity Index (BCOM) . Menurut Citi Group masuknya kakao berjangka di BCOM maka BCOM akan membeli kakao di ICE New York sebesar $2 milyar
Persediaan turun membuat harga kakao naik setelah ICE mengatakan bahwa jumlah persediaan kakao di pelabuhan AS turun ke jumlah terendah 9 ¾ bulan menjadi 1,626,105 kantong pada 26 Desember. Persediaan naik menjadi ke jumlah tertinggi 4 minggu di 1,660,515 kantong pada hari Jumat.
Pada 28 Nopember the International Cocoa Organization (ICCO) memotong perkiraan surplus 2024/25 menjadi 49,000 MT dari perkiraan sebelumnya 142,000 MT. Juga menurunkan produksi kakao 2024/25 menjadi 4.69 MMT dari 4.84 MMT sebelumnya.
Harga kakao tertekan pada 26 Nopember karena tekanan sejak hari Rabu Parlemen Uni Eropa setuju untuk menunda Peraturan Undang – undang Deforestation selama satu tahun sehingga pasokan kakao tetap memadai.
Regulasi Uni Eropa yang dikenal dengan EUDR bertujuan untuk mengatasi deforestasi di negara-negara yang impornya ke Uni Eropa untuk komoditas utama seperti kedelai dan kakao. Penundaan EUDR yang diperkirakan akan diberlakukan pada akhir Desember .
Penundaan ini mengurangi kekhawatiran akan pasokan dan mengijinkan negara Eropa untuk mengimpor produk pertanian dari Afrika, Indonesia dan Amerika Selatan dimana deforestasi berlangsung
Permintaan kakao global turun sehingga menekan harga kakao.
- The Cocoa Association of Asia melaporkan pada 17 Oktober, kakao yang digiling di Q3 di Asia turun 17% dari tahun lalu menjadi 183,413 MT terendah untuk Q3 dalam 9 tahun
- The European Cocoa Association melaporkan pada 16 Oktober kakao yang digiling pada Q3 di Eropa turun 4.8% menjadi 337.353 MT terendah untuk Q3 dalam 10 tahun
- The National Confectioners Association melaporkan bahwa kakao yang digiling di Amerika Utara pada Q3 naik 3.2% dari tahun lalu menjad i 112,784 MT. Aspek kenaikan pada Q3 menjadi netral karena ada tambahan laporan dari perusahaan baru mendistorsi data
- Penjualan permen coklat di Amerika Utara turun dari 21% dalam 13 minggu berakhir 7 September, dibanding tahun lalu menurut data dari Circana.
Nigeria Cocoa Association memperkirakan produksi kakao Nigeria di tahun 2025/26 turun 11% dari tahun lalu menjadi 305,000 MT dari perkiraan sebelumnya 344,000 MT di 2024/25. Ekspor kakao September di Nigeria tidak berubah dari tahun lalu di 14,511 MT
Pada 30 Mei the International Cocoa Organization (ICCO) memperbaiki perkiraan persediaan kakao global 2023/24 defisit 494,000 MT defisit terbesar lebih dari 60 tahun. ICCO mengatakan produksi 2023/24 turun 12.9% dari tahun lalu menjadi 4.368 MMT
Pada 19 Desember ICCO memperkirakan surplus kakao global di 2024/25 sebesar 49,000 MT, membuat surplus pertama selama 4 tahun. ICCO juga mengatakan produksi kakao global 2024/25 naik 7.4% dari tahun lalu menjadi 4.69 MMT
Analisa tehnikal untuk kakao di New York
Support pertama di $5,760 dan berikut ke $5,200
Resistance pertama di $6,340 dan berikut ke $6,710
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



