(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir merosot pada hari Selasa seiring meredanya ketegangan AS-Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Juni 2026 berakhir merosot 3,90% pada $102,27 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir merosot 3,99% pada $109,87 per barel.
Meredanya ketegangan AS-Iran seiring gencatan senjata di Timur Tengah yang tampaknya bertahan, mengurangi risiko geopolitik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa AS akan menghentikan sementara operasi yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, dan bahwa kesepakatan dengan Iran hampir tercapai.
Namun presiden juga mengatakan blokade angkatan laut terhadap Iran akan tetap berlaku.
Trump mengatakan bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan Iran, dan bahwa operasi Hormuz, yang disebut “Project Freedom” akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian kesepakatan tersebut dapat diselesaikan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa Washington tidak berupaya untuk meningkatkan kembali ketegangan dengan Teheran, dan bahwa Proyek Kebebasan adalah tindakan sementara.
Hegseth juga mengklaim bahwa gencatan senjata tetap berlaku meskipun terjadi aksi militer baru di Hormuz.
Malam nanti akan dirilis pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA, yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat melanjutkan penurunannya degan meredanya ketegangan AS-Iran, setelah gencatan senjata AS-Iran masih terus dipertahankan dan dihentikannya Project Freedom AS di Selat Hormuz. Namun jika data pasokan minyak mentah mingguan AS yang dirilis EIA terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $100,40-$98,53. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $104,81-$107,35.



