(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan harga minyak dunia berbalik naik ke atas kisaran $110 pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Amerika hari Senin (18/5/2026).
Harga minyak mentah Brent yang melonjak naik ke kisaran tertinggi dalam 2 pekan, sempat berada di di sekitar $107 per barel setelah media Iran melaporkan bahwa AS telah mengusulkan pengecualian sementara sanksi minyak sambil menunggu kesepakatan akhir.
Laporan terpisah juga menunjukkan bahwa Teheran mungkin bersedia untuk perjanjian pembekuan nuklir jangka panjang, meskipun bukan pembongkaran penuh program atomnya.
Teheran juga dilaporkan mencari pengaturan perdamaian bertahap dengan AS dan Israel dan ingin uranium yang diperkaya dipindahkan ke Rusia daripada AS.
Menurut laporan, Iran mencabut tuntutan kompensasi keuangan langsung dari AS dan memilih konsesi ekonomi dan jaminan internasional yang akan memungkinkan Teheran untuk mempertahankan kredibilitas politiknya.
Akhir pekan lalu diberitakan infrastruktur energi di seluruh Teluk Persia juga diserang, termasuk fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab, yang menambah kekhawatiran tentang stabilitas regional dan potensi gangguan pasokan.
Harga spot minyak Brent berada di posisi $111,04 atau naik 1,70%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Juli 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 1,41% menjadi $110,80 per barel.
Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,59% menjadi $107,09 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 113,60 – 117,30 dan support di 107,80 – 100,20.








