(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang mengalami aksi jual hebat pada perdagangan hari Rabu (10/06/2026), dipicu oleh memburuknya sentimen risiko global secara mendadak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan bela diri terhadap Iran.
Indeks harian Nikkei anjlok ke kisaran terendah dalam 2 pekan lebih dengan sentimen diperparah oleh rilis data ekonomi Jepang yang memanaskan ekspansi moneter.
Inflasi grosir Jepang (IHP) dilaporkan melonjak 6,3% secara tahunan (yoy) pada bulan Mei. Ini merupakan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun terakhir yang didorong oleh penambahan biaya energi akibat konflik geopolitik.
Data yang tinggi ini semakin memperkuat keyakinan investor bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan minggu depan yang membebani bursa saham Jepang.
Indeks harian Nikkei turun 1,89% dan ditutup pada 64.179, demikian untuk indeks Topix turun 1,25% menjadi 3.848.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 anjlok 1,62% pada posisi 64340.
Secara sektoral, saham-saham yang terkait dengan chip dan AI memimpin penurunan pasar dengan penurunan tajam dari Kioxia Holdings (-7,8%), Taiyo Yuden (-12,9%), SoftBank Group (-8,3%), Murata Manufacturing (-10,8%), dan Fujikura (-6,8%).








