RBA Tahan Suku Bunga 4,35%: Ekonomi Melambat, Inflasi Masih Mengancam

92
RBA audusd

(Vibiznews – Economy) – Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di level 4,35% dalam pertemuan kebijakan moneter bulan Juni. Keputusan ini diambil secara bulat oleh Dewan Gubernur RBA dan sejalan dengan ekspektasi konsensus pasar.

Langkah  ini diambil di tengah upaya bank sentral dalam menilai dampak dari tiga kali kenaikan suku bunga agresif yang dilakukan pada awal tahun ini, yang saat ini efeknya kian merembes ke seluruh sendi perekonomian domestik.

Dalam pernyataan resminya, Dewan RBA mencatat bahwa kondisi keuangan di Australia saat ini berada pada level yang jauh lebih ketat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Pengetatan moneter kumulatif ini secara sengaja dirancang untuk mendinginkan permintaan domestik.

Tanda-tanda melambatnya aktivitas ekonomi kini semakin nyata. RBA mengonfirmasi bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga melemah dan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan mulai kehilangan momentum akibat tingginya biaya pinjaman yang membebani masyarakat dan pelaku bisnis.

Meskipun ekonomi menunjukkan sinyal pendinginan, para pembuat kebijakan di RBA mengeluarkan peringatan keras bahwa inflasi tetap tinggi. Ini memperpanjang tren peningkatan signifikan yang telah terlihat sejak semester kedua tahun 2025.

Meski harga minyak dunia dilaporkan sedikit melandai baru-baru ini, posisinya terpantau masih bertahan di atas level sebelum konflik terjadi. RBA menekankan adanya bukti kuat bahwa lonjakan biaya energi ini telah merembes ke dalam harga barang dan jasa sekunder di pasar domestik.

Di sisi lain, RBA melihat indikator domestik lainnya masih memberikan gambaran yang beragam seperti sektor ketenagakerjaan dimana angka pengangguran Australia tercatat merangkak naik pada bulan April lalu.

Kendati demikian, indikator kesehatan pasar tenaga kerja lainnya terbukti masih cukup tangguh, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja belum sepenuhnya melemah.

Demikian dari sektor bisnis, investasi sektor bisnis dilaporkan tetap solid, didukung oleh ketersediaan kredit yang masih mudah diakses oleh korporasi.

Menurut analis Vibiz Research Center, dengan menahan suku bunga namun tetap merilis pernyataan yang hawkish terkait inflasi, RBA mengindikasikan bahwa mereka belum siap untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.