(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah bergerak naik pada hari Jumat, 19 Juni 2026, setelah rencana pembicaraan kesepakatan AS-Iran di Swiss dibatalkan, memicu kembali ketidakpastian apakah kesepakatan dan pembukaan Selat Hormuz dapat terjadi.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak naik 1% pada $77,39 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak naik 0,26% pada $80 per barel.
Gagalnya pembicaraan damai AS-Iran di Swiss memicu ketidakpastian atas negosiasi AS-Iran mengenai perjanjian perdamaian jangka panjang.
Data pasar menunjukkan aktivitas pengiriman melambat setelah lonjakan pergerakan kapal tanker sebelumnya, dengan tidak ada kapal yang terlihat meninggalkan Teluk Persia pada Jumat pagi.
Sebaliknya, hampir 10 juta barel minyak mentah teramati melintas atau berada di dekat selat pada hari Kamis, termasuk kapal tanker milik Saudi pertama yang bergerak sejak konflik dimulai lebih dari tiga bulan lalu. Namun, optimisme dari kesepakatan sementara AS-Iran meredup setelah pembicaraan yang direncanakan di Swiss ditunda, menimbulkan keraguan tentang keberlanjutan pemulihan pasokan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah akan bergerak naik terpicu kegagalan pembicaraan damai AS-Iran memicu ketidakpastian kesepakatan dan ketidakjelasan pembukaan Selat Hormuz. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $78,28-$79,16. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $76,59-$75,78.








