IHSG Senin Pagi Menguat Terbatas ke Level 6.185; Bursa Asia Dibuka Mixed, Harga Minyak Naik Lagi

93
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (22/6), terpantau menguat terbatas 7,462 poin (0,12%) ke level 6.184,601 setelah dibuka naik ke level 6.217.049.

IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi pada 3 hari terakhir ini, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed setelah pembicaraan antara AS-Iran di Swiss tersendat dan harga minyak naik kembali, serta mencermati Wall Street akhir pekan yang libur sedangkan pasar berjangka terkoreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih melandai dengan menguat tipis 0,03% atau 5 poin ke level Rp 17.775, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik perlahan setelah melemah tipis di sesi global sebelumnya; bertahan di sekitar 13 bulan tertingginya sementara menantikan rilis inflasi AS pada minggu ini untuk menilai arah the Fed yang cenderung hawkish ke depannya.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.780, serta terpantau dalam konsolidasi di bawah area 3,5 minggu terkuatnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 39,910 poin (0,65%) ke level 6.217.049. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,740 poin (0,78%) ke level 614,140. Pagi ini IHSG menguat terbatas 7,462 poin (0,12%) ke level 6.184,601. Sementara LQ45 terlihat turun 0,32% atau 1,930 poin ke level 607,470.

Tercatat saat ini sebanyak 299 saham naik, 258 saham turun dan 177 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street libur pada akhir pekan lalu. Pasar berjangka terkoreksi di antara investor yang meragukan kekuatan pembicaraan damai AS-Iran di Swiss serta naiknya kembali harga minyak dunia. Dow Jones futures berakhir turun 0,4%, S&P 500 melemah 0,4%, serta Nasdaq merosot 0,6%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,98%, dan Hang Seng yang turun 1,68%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam rentang konsolidasi pad 3 hari terakhir, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed setelah pembicaraan AS-Iran di Swiss tersendat dan harga minyak naik, serta mencermati Wall Street pasar berjangka yang terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dengan bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group