(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (23/6), terpantau melemah agak terbatas 15,357 poin (0,25%) ke level 6.101,333 setelah dibuka turun ke level 6.096.499.
IHSG bergerak terkoreksi mendekati 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di tengah harga minyak yang menurun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan mixed.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,08% atau 15 poin ke level Rp 17.840, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah naik di sesi global sebelumnya; melaju di 13 bulan tertingginya dengan berjalannya perundingan antara AS-Iran sementara arah the Fed cenderung hawkish.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.825, serta terpantau terkoreksi ke level seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 20,191 poin (0,33%) ke level 6.096.499. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,740 poin (0,78%) ke level 614,140. Siang ini IHSG melemah 79,170 poin (1,29%) ke level 6.037,520. Sementara LQ45 terlihat turun 0,47% atau 2,800 poin ke level 596,400.
IHSG kemudian naik mengurangi loss dan ditutup melemah 15,357 poin (0,25%) ke level 6.101,333. Sementara LQ45 terlihat naik 0,08% atau 0,470 poin ke level 499,670. Tercatat saat ini sebanyak 282 saham naik, 373 saham turun dan 160 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 3,55%, dan Hang Seng yang merosot 1,82%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi meninggalkan rentang konsolidasi 3 hari sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah dipimpin saham teknologi di tengah harga minyak yang menurun, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan mixed.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan sempat konsolidasi pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.377 dan 6.460. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







