(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia mendatar setelah naik di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.860 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.825. Rupiah terpantau terkoreksi ke level seminggu terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.814 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.865, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.860.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah naik di sesi global sebelumnya; bertahan di sekitar 13 bulan tertingginya dengan berjalannya perundingan antara AS-Iran sementara arah the Fed cenderung hawkish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini flat ke 101,04, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,00.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama terpantau melemah 79,170 poin (1,29%) ke level 6.037,520, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah berjalannya pembicaraan negosiasi antara AS-Iran di Swiss dan harga minyak menurun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan mixed.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia bergerak terbatas, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







