IHSG Selasa Siang Melemah 1,3% ke Level 6.034; Posisi 1,5 Minggu Terendahnya

90
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (23/6), terpantau melemah cukup signifikan 79,170 poin (1,29%) ke level 6.037,520 setelah dibuka turun ke level 6.096.499.

IHSG bergerak terkoreksi ke 1,5 minggu terendahnya meninggalkan konsolidasi sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah berjalannya pembicaraan negosiasi antara AS-Iran di Swiss dan harga minyak menurun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan mixed.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.860, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah naik di sesi global sebelumnya; bertahan di sekitar 13 bulan tertingginya dengan berjalannya perundingan antara AS-Iran sementara arah the Fed cenderung hawkish.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.825, serta terpantau terkoreksi ke level seminggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 20,191 poin (0,33%) ke level 6.096.499. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,740 poin (0,78%) ke level 614,140. Siang ini IHSG melemah 79,170 poin (1,29%) ke level 6.037,520. Sementara LQ45 terlihat turun 0,47% atau 2,800 poin ke level 596,400.

Tercatat saat ini sebanyak 221 saham naik, 437 saham turun dan 152 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,97%, dan Hang Seng yang merosot 1,13%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi meninggalkan rentang konsolidasi 3 hari sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah pembicaraan AS-Iran di Swiss dan harga minyak menurun, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan mixed.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.377 dan 6.460. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group