IHSG Rabu Ditutup Merosot 3,6% ke Level 5.884; Ditarik Saham Perbankan, setelah Evaluasi MSCI

85
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (24/6), terpantau merosot tajam 217,452 poin (3,56%) ke level 5.883,881 setelah dibuka naik ke level 6.128.271.

IHSG bergerak tergelincir tajam ke hampir 2 minggu terendahnya, ditarik saham-saham perbankan besar, setelah MSCI merilis evaluasinya dan menyorot arus informasi bursa, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Kospi rebound dan harga minyak berlanjut turun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam koreksi dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah signifikan 0,53% atau 95 poin ke level Rp 17.935, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally ke 13 bulan lebih tertingginya oleh estimasi pasar the Fed hawkish dengan peluang kenaikan suku bunga pada Q3 tahun ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.840, serta terpantau terkoreksi ke sekitar 1,5 minggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 26,938 poin (0,44%) ke level 6.128.271. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,700 poin (0,45%) ke level 601,130. Siang ini IHSG melemah signifikan 99,133 poin (1,62%) ke level 6.002,200. Sementara LQ45 terlihat turun 1,45% atau 8,670 poin ke level 589,760.

IHSG kemudian semakin tergelincir dan ditutup merosot 217,452 poin (3,56%) ke level 5.883,881. Sementara LQ45 terlihat turun 3,04% atau 18,210 poin ke level 580,220. Tercatat saat ini sebanyak 98 saham naik, 611 saham turun dan 104 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,88%, dan Hang Seng yang naik 0,33%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tergelincir ke 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Kospi rebound dan harga minyak masih turun, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi dipimpin teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bias terkoreksi lagi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group