(Vibiznews – Index) – Pasar saham Wall Street menunjukkan pergerakan signifikan ke arah penurunan pada penutupan perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (24/6/2026), yang dipimpin oleh indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi.
Indeks Nasdaq anjlok 579,56 poin (2,2%) ke level 25.587,04, indeks S&P 500 turun 107,33 poin (1,4%) menjadi 7.365,46, dan Dow Jones turun tipis 45,87 poin (0,1%) ke posisi 51.666,84.
Penurunan tajam pada saham-saham semikonduktor menjadi motor utama yang membebani pasar. Philadelphia Semiconductor Index jatuh terdalam hingga 7,6%, sebuah pembalikan arah yang drastis setelah pada sesi sebelumnya sempat mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Salah satu sahamnya adalah Micron Technology (MU) yang turun tajam 13,2 poin. Aksi jual ini terjadi menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiga pabrikan chip tersebut.
Pelemahan ini juga merembet ke sektor teknologi lainnya, NYSE Arca Computer Hardware Index mencatat penurunan tajam sebesar 4%.
Di luar sektor teknologi, saham-saham berbasis komoditas emas juga bergerak turun tajam seiring dengan melandainya harga logam mulia. Kondisi ini menyeret NYSE Arca Gold Bugs Index turun sebesar 4,5%.
Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada sektor pertahanan, farmasi, perawatan kesehatan (healthcare), dan real estat komersial membatasi pelemahan Wall Street
Analis Vibiz Research Center melihat bahwa koreksi pada sektor teknologi, khususnya semikonduktor merupakan aksi ambil untung yang wajar setelah pasar mencapai jenuh beli (overbought).
Investor kini cenderung wait and see mengantisipasi rilis pendapatan emiten besar seperti Micron Technology untuk mengukur keinginan tren pertumbuhan AI ke depan.








