(Vibiznews – Commodity) Harga perak jatuh ke level terendah 3 bulan dan berakhir anjlok pada hari Selasa, terbebani penguatan dolar AS.
Harga perak spot berakhir anjlok 5,45% pada $61,55.
Harga perak berjangka AS kontrak Juli 2026 berakhir anjlok 5,36% pada $62,07.
Harga perak anjlok tergerus reli indeks dolar pada hari Selasa ke level tertinggi 13 bulan berdampak negatif bagi logam mulia.
Selain itu, aksi jual tajam di pasar saham pada hari Selasa memicu likuidasi kepemilikan logam mulia jangka panjang karena investor mencari dana untuk menutupi margin call.
Ditambah lagi, komentar hawkish dari Kepala Ekonom ECB Philip Lane pada hari Selasa membebani logam mulia ketika ia mengatakan bahwa para pejabat ECB menghadapi risiko bahwa inflasi akan tetap di atas target mereka “untuk beberapa waktu.”
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,21-$58,86. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $64,04-$66,52.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,52-$58,97. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $64,47-$66,87.








