(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD berbalik arah dari tekanan awal di kisaran support pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (1/7/2026) di tengah kuatnya dolar AS.
Poundsterling menguat oleh meredanya kekhawatiran tentang kebijakan fiskal di bawah Andy Burnham, kandidat terdepan untuk menjadi Perdana Menteri Inggris berikutnya, mereda setelah ia berjanji untuk menerapkan disiplin fiskal.
Andy menyatakan akan mematuhi aturan fiskal yang ditetapkan oleh Kanselir Rachel Reeves dalam sebuah pernyataan di mana ia membuka jalan bagi perekonomian
Tekanan GBPUSD sejak sesi Asia didorong oleh sikap dovish Bank of England. Investor mengikuti dengan cermat Forum Sintra ECB untuk mendapatkan wawasan tentang prospek ekonomi dan arah kebijakan.
Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menanggapi kenaikan harga minyak dan bahwa inflasi berada di jalur yang tepat untuk kembali ke target 2%, meskipun lebih lambat dari yang diinginkan.
Ia juga memperkirakan inflasi akan naik menjadi sekitar 3,2% pada akhir tahun ini, naik dari 2,8% saat ini.
Selain itu pelaku pasar juga mempertimbangkan kemungkinan Menteri Energi Ed Miliband menjadi Menteri Keuangan berikutnya dibandingkan dengan Wes Streeting yang berhaluan tengah.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD sedang melaju menembus posisi resisten kuat harian dan berpotensi menguji resisten berikutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3290 yang mendaki menuju posisi psikologis 1.3300, jika tembus akan menguji posisi R2.
Namun jika pair GBPUSD tidak mampu menembus 1.3300, pair dapat berbalik dan turun ke 1.3218. Jika berhasil akan menguji posisi support 1.3200. Penurunan berikutnya akan sampai ke posisi S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3390 | 1,3313 | 1,3286 | 1.3250 | 1.3224 | 1.3185 | 1.3158 |








