Rekomendasi Harga Perak 14 Juli 2026 : Terbebani Lonjakan Harga Minyak

83

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup turun tajam pada hari Senin, tertekan lonjakan harga minyak mentah.

Harga perak spot ditutup merosot 3,43% pada $57,66.

Harga perak berjangka AS kontrak September 2026 ditutup merosot 2,61% pada $57,97.

Minyak mentah WTI melonjak lebih dari 9% pada hari Senin ke level tertinggi dalam 3,5 minggu setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer pada akhir pekan, yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk memperketat kebijakan moneter, faktor bearish untuk logam mulia.

Selain itu, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi pada hari Senin juga berdampak bearish bagi logam mulia.

Komentar hawkish pada hari Senin dari Gubernur Fed Christopher Waller menjatuhkan harga logam ke level terendah ketika ia mengatakan FOMC mungkin harus memperketat kebijakan moneter jika inflasi inti AS tetap tinggi.

Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti Juni AS. Inflasi Juni AS diindikasikan menurun. Inflasi Inti Juni AS diindikasikan tidak berubah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun dengan ketegangan AS-Iran mengakibatkan kenaikan harga minyak yang dapat memicu ekpektasi kenaikan inflasi. Namun jika malam nanti data Inflasi Juni AS terealisir turun, dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga perak.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,73-$55,81. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $59,13-$60,61.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $57,11-$56,26. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $59,31-$60,66.