(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (23/7), terpantau melemah terbatas 19,165 poin (0,30%) ke level 6.315,311 setelah dibuka naik ke level 6.366.012.
IHSG bergerak fluktuatif dan digerus profit taking dari level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat berupaya bangkit dari aksi jual sebelumnya di tengah tensi geopolitik Timteng dan harga minyak yang memanas, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam lanjut terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp 17.910, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, menanjak lagi oleh panasnya konflik AS-Iran yang mengangkat dollar sebagai aset safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.875, serta terpantau terkoreksi dari area sebulan tertingginya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 31,536 poin (0,50%) ke level 6.366.012. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,810 poin (0,56%) ke level 629,010. Siang ini menguat 95,678 poin (1,51%) ke level 6.430,154. Sementara LQ45 terlihat naik 0,98% atau 6,200 poin ke level 638,750.
IHSG kemudian terkoreksi profit taking dan ditutup melemah terbatas 19,165 poin (0,30%) ke level 6.315,311. Sementara LQ45 terlihat turun 0,72% atau 4,530 poin ke level 628,020. Tercatat saat ini sebanyak 321 saham naik, 299 saham turun dan 176 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,46%, dan Hang Seng yang menanjak 1,28%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif dan digerus profit taking dari 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias bangkit dari aksi jual sebelumnya di tengah harga minyak yang melaju, serta mencermati Wall Street yang berakhir lanjut terkoreksi
Berikutnya IHSG kemungkinan cenderung konsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






