(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (27/7), terpantau melemah 34,888 poin (0,56%) ke level 6.161,542 setelah dibuka turun ke level 6.185.799.
IHSG bergerak di dua zona dalam rentang konsolidasi dekat seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias menguat di tengah harga minyak yang agak terkoreksi oleh meredanya sejenak konflik AS-Iran, dan investor mencermati pertemuan the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,44% atau 78 poin ke level Rp 17.968, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari area sebulan tertingginya oleh turunnya harga minyak mentah dunia sementara terhentinya gempuran AS ke Iran yang menurunkan tensi geopolitik.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.890, serta terpantau di sekitar seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 10,631 poin (0,17%) ke level 6.185.799. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,070 poin (0,34%) ke level 612,720. Pagi ini melemah 34,888 poin (0,56%) ke level 6.161,542. Sementara LQ45 terlihat turun 0,88% atau 5,430 poin ke level 609,360.
Tercatat saat ini sebanyak 214 saham naik, 324 saham turun dan 172 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dengan mixed di mana secara mingguan melemah ditarik aksi jual sektor teknologi, dan menanjaknya harga minyak mentah oleh tensi panas konflik AS–Iran. Dow Jones berakhir naik 0,46%, S&P 500 menguat tipis 0,05%, serta Nasdaq merosot 0,64%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,85%, dan Hang Seng yang turun 1,22%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini pada rentang konsolidasi dekat seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak yang terkoreksi oleh meredanya konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi sejenak dalam range terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group





