(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen berakhir turun pada hari Selasa, tertekan kekhawatiran fiskal Jepang.
Pasangan mata uang USD/JPY ditutup naik 0,07% pada 163.87.
Yen berada di bawah tekanan pada hari Selasa, diperdagangkan sedikit di atas level terendah 39 tahun pada Kamis lalu di 163,99 yen/USD.
Kekhawatiran fiskal membebani Yen setelah berita bahwa pemerintah Jepang berencana untuk memotong pajak penjualan makanan dan minuman menjadi 1% selama dua tahun.
Kekhawatiran fiskal berdampak negatif terhadap yen setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan bahwa ia dan perdana menteri selaras dalam visi mereka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menerapkan langkah-langkah termasuk pemotongan sementara pajak penjualan atas makanan dan minuman menjadi 1% selama dua tahun mulai April mendatang.
Yen terus tertekan akibat perbedaan suku bunga yang lemah, dengan pasar hanya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar +25 basis poin sebesar 4% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Jumat.
Suku bunga kebijakan BOJ saat ini sebesar 1,00% jauh di bawah target suku bunga dana federal Fed sebesar 3,50%-3,75%.
Kerugian pada yen terbatas di tengah penurunan harga minyak mentah sebesar -4% pada hari Selasa ke level terendah dalam 1 minggu, yang mendukung perekonomian Jepang dan yen karena Jepang mengimpor lebih dari 90% energinya.
Selain itu, penurunan tajam Indeks Saham Nikkei sebesar -3% pada hari Selasa telah meningkatkan permintaan aset aman (safe-haven) untuk yen.
Selanjutnya, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) pada hari Selasa juga mendukung yen.
Terakhir, yen mendapat dukungan dari risiko intervensi yang sedang berlangsung oleh otoritas Jepang untuk mendukung yen. Otoritas Jepang telah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing di masa lalu ketika yen melampaui 160 yen/USD, seperti yang terjadi minggu ini.
Malam nanti akan menjadi krusial dengan pengumuman keputusan suku bunga FOMC beserta pernyataan kebijakan dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh. Menjelang pengumuman The Fed, dolar AS bergerak hati-hati menantikan keputusan kebijakan yang akan diambil The Fed.
Selain itu, perlu dicermati pula pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan yang akan berlangsung pada 30-31 Juli mendatang.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak naik terpicu kemerosotan indeks Nikkei yang mendukung permintaan safe haven yen. Juga pasangan mata uang USD/JPY akan sangat dipengaruhi oleh hasil keputusan FOMC malam ini serta ekspektasi menjelang keputusan BOJ akhir pekan ini. Jika The Fed bersikap hawkish dan mempertahankan selisih suku bunga yang lebar dengan BOJ, USD/JPY berpotensi melanjutkan penguatan menuju level psikologis 164. Namun jika The Fed bersikap dovish atau otoritas Jepang kembali melakukan intervensi, USD/JPY berpotensi terkoreksi. USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 163,35-163,01. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 163,95-164,21.








