Indeks Kospi Rabu Ditutup Anjlok Terbebani Aksi Jual Saham Teknologi

86
indeks kospi

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Korea Selatan ditutup kembali merosot tajam pada perdagangan hari Rabu, 29 Juli 2026, memperpanjang tren penurunan masif seiring berlanjutnya tekanan jual pada sektor teknologi dan maraknya aksi penutupan paksa posisi berleverage.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) anjlok 360,42 poin, atau 5,98 persen lebih rendah, dan mengakhiri sesi di level 5.663,24.

Indeks sempat dibuka memantul naik di level 6.089,11 dari penutupan sebelumnya di level 6.023,66, serta sempat mencatatkan level tertinggi intraday di 6.228,52 pada awal perdagangan. Namun, gelombang kepanikan jual segera mengambil alih bursa hingga menyeret KOSPI terperosok ke level terendah harian di 5.262,77, sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan menjelang bel penutupan. Total volume perdagangan yang ditransaksikan hari ini mencapai sekitar 449,29 juta lembar saham.

Pergerakan negatif bursa Seoul hari ini terutama dipicu oleh rilis kinerja keuangan emiten semikonduktor raksasa seperti SK Hynix dan Samsung Electronics yang dilaporkan meleset dari ekspektasi pasar. Kegagalan mencapai target kinerja ini kembali memicu aksi lepas portofolio, memperkuat keraguan investor atas keberlanjutan dan efisiensi dari belanja modal infrastruktur kecerdasan buatan (AI capex) secara global.

Kondisi di lantai bursa kian diperparah oleh masalah likuiditas akibat aksi deleveraging. Aksi penarikan dana panik (panic selling) memicu gelombang penutupan paksa (forced unwinding) pada akun-akun margin investor ritel serta produk instrumen ETF berleverage tinggi, yang mempercepat laju penurunan indeks secara mekanis.

Selain itu, sentimen pasar global turut dibayangi oleh naiknya kembali tensi harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi ini kembali menyalakan kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya menekan selera risiko investor di pasar kawasan regional Asia.