(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, terdukung imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi memperkuat perbedaan suku bunga dolar.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,07% pada 99,79.
Dolar AS juga mendapat dukungan dari data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, termasuk indeks biaya tenaga kerja kuartal kedua, PMI MNI Chicago Juli, dan indeks sentimen konsumen AS Juli dari Universitas Michigan.
Indeks biaya tenaga kerja AS kuartal kedua naik +0,9%, lebih kuat dari ekspektasi +0,8%.
Indeks PMI Chicago MNI AS Juli secara tak terduga naik +0,9 menjadi 57,6, lebih kuat dari perkiraan penurunan menjadi 56,0.
Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan AS Juli secara tak terduga direvisi naik ke level tertinggi 5 bulan di 55,2, lebih kuat dari perkiraan revisi turun menjadi 54,0.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah WTI sebesar +1% pada hari Jumat meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.
Komentar hawkish pada hari Jumat dari Presiden Fed Dallas Lorie Logan mendukung dolar ketika ia mengatakan, “Tanpa pengekangan kebijakan apa pun, inflasi kemungkinan akan terus berada di atas target sampai terjadi guncangan yang tidak terduga. Tindakan moderat dalam jangka pendek akan mengurangi kemungkinan perlunya mengambil tindakan yang lebih tajam di kemudian hari.”
Pasar memperhitungkan probabilitas 67% kenaikan suku bunga +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 15-16 September.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir pekan hari Minggu pagi melalui unggahan Truth Social, bahwa telah membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran menyusul permintaan dari Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut.
“Kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk menunda serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disetujui,” kata Trump.
Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan mencakup “Pembukaan Selat Hormuz Secara Segera, Lengkap dan Total, dan mengakhiri ancaman nuklir Iran.”
Ia menambahkan bahwa AS tetap siap untuk menyerang Iran dengan keras dan “siap siaga dan siap untuk bertindak.”
Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Juli AS yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan bergerak turun dengan pernyataan Trump yang menghentikan serangan terhadap Iran untuk diupayakan jalan perundingan untuk mencapai kesepakatan perdamaian. Namun jika data ISM Manufacturing PMI Juli AS terealisir meningkat, akan menguatkan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,65-99,40. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 100,31-100,72.








