Bursa Wall Street Ditutup Naik Seiring Meredanya Ketegangan Timur Tengah

56
wall street

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (Selasa pagi WIB, 4 Agustus 2026) berakhir melonjak tajam pada perdagangan perdana bulan Agustus, dengan indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang sejarah. Penguatan yang cukup luas ini terjadi setelah investor merespons positif meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta anjloknya harga minyak dunia yang turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +1,32% atau 693,38 poin ke level 53.178,41, mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Indeks S&P 500 ditutup naik +1,48% atau 110,78 poin ke level 7.600,50, mendekati level rekor tertingginya. Sementara indeks Nasdaq Composite ditutup melonjak +2,13% atau 540,04 poin ke posisi 25.913,90.

Reduksi tensi geopolitik menjadi katalis utama penggerak pasar pada sesi perdagangan kali ini. Keputusan Presiden Donald Trump untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dan sebagai gantinya membuka kembali jalur dialog dengan Teheran memicu kelegaan besar di kalangan pelaku pasar keuangan. Sentimen ini langsung berimbas pada anjloknya harga minyak mentah, dengan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) jatuh sekitar 5,3% ke kisaran USD 80 per barel, sementara harga minyak Brent tercatat turun sekitar 4,73%. Penurunan tajam harga energi ini pada gilirannya menekan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS, yang kemudian direspons pasar saham dengan aksi beli yang agresif.

Selain faktor geopolitik dan harga minyak, optimisme terhadap laporan keuangan emiten turut menopang penguatan indeks. Musim rilis kinerja kuartalan yang berlangsung kuat dari emiten-emiten besar terus menjaga optimisme investor, dengan mayoritas perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil membukukan hasil kinerja di atas ekspektasi para analis hingga pekan ini.

Saham-saham yang menggerakkan bursa hari Senin di antaranya:

Amazon.com Inc (AMZN) melesat +4,6% ke level rekor tertinggi baru, ditopang oleh laporan kinerja yang memuaskan pasar serta ledakan permintaan terhadap layanan kecerdasan buatan (AI). Pencapaian ini turut membawa nilai kapitalisasi pasar Amazon resmi menembus ambang batas USD 3 triliun.

Boeing tercatat menjadi salah satu penggerak utama kenaikan Dow Jones dengan lonjakan +7,93%, disusul oleh Microsoft yang menguat +4,90% dan Amazon yang naik +4,64% menurut data pergerakan komponen indeks.

Sektor teknologi dan layanan komunikasi menjadi motor utama penguatan pasar secara keseluruhan, dipimpin oleh lompatan signifikan pada saham-saham seperti Meta Platforms dan Alphabet.

Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang berkinerja negatif dan berakhir di zona merah, sebagai dampak langsung dari amblesnya harga minyak dunia pada sesi perdagangan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan tetap dipengaruhi oleh perkembangan dialog geopolitik AS-Iran serta arah pergerakan harga minyak dunia, sembari pasar terus mencermati rentetan laporan keuangan emiten-emiten berkapitalisasi besar lainnya dan bersiap menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pada pekan ini.