(Vibiznews – Forex) EUR/USD bergerak naik hari Selasa, 18 Agustus 2026, terdukung penguatan data ekonomi zona Euro.
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak naik 0,04% pada 1.1585.
Kenaikan Euro terjadi setelah survei ekspektasi pertumbuhan ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Agustus naik melampaui perkiraan ke level tertinggi dalam 6 bulan.
Survei ekspektasi pertumbuhan ekonomi ZEW Jerman untuk bulan Agustus naik sebesar +7,9 poin ke level tertinggi dalam 6 bulan di angka 34,2, melampaui ekspektasi pasar sebesar 30,0.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa memperkuat diferensial suku bunga euro, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 15 tahun di angka 3,262% hari ini.
Namun penguatan dolar AS membatasi kenaikan Euro.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah hari ini ke level tertinggi dalam 3 minggu berdampak negatif (bearish) bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, menyatakan bahwa laju kenaikan harga konsumen di Zona Euro kemungkinan akan tetap berada “jauh di atas” target 2% ECB tahun ini akibat konflik yang melibatkan Iran.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 95% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik terdukung penguatan data ekonomi zona Euro. Namun perlu diwaspadai penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dapat menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1593-1.1601. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1572-1.1559.








