IHSG Rabu Siang Melemah 0,6% ke Level 6.411; Profit Taking dari 3 Bulan Tertingginya

68
ihsg
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (19/8), terpantau melemah 38,634 poin (0,60%) ke level 6.411,196 setelah dibuka turun ke level 6.408.840.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking dari level 3 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak mentah dunia yang masih tinggi dan mengikuti sentimen bursa AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam terkoreksi 3 hari berturut-turut.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,11% atau 20 poin ke level Rp 17.830, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat terbatas di sesi global sebelumnya, bergerak sideways dekat area 10 minggu terendahnya di tengah sentimen pasar akan the Fed yang dovish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.850, serta terpantau dalam gain pada rentang konsolidasi beberapa hari terakhir.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 40,990 poin (0,64%) ke level 6.408.840. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,500 poin (0,71%) ke level 631,180. Siang ini melemah 38,634 poin (0,60%) ke level 6.411,196. Sementara LQ45 terlihat turun 5,870 poin (0,92%) poin ke level 629,810.

Tercatat saat ini sebanyak 233 saham naik, 361 saham turun dan 191 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 3,03%, dan Hang Seng yang naik 0,24%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking dari 3 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi 3 hari.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan diincar profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,212 dan bila tembus ke level 6,029.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group