(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan komentar hawkish pejabat Fed.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,24% pada 99,65.
Demikian juga, pernyataan hawkish dari Gubernur The Fed Michael Barr memberikan dukungan bagi dolar; ia menyatakan, “Jika inflasi tampaknya tidak melandai secara memadai, maka menurut saya kita harus bertindak tegas untuk menaikkan suku bunga.”
Kenaikan dolar AS juga terdukung lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +5% pada hari Selasa ke level tertinggi dalam 6 minggu meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga—sebuah faktor yang mendukung dolar.
Ditambah lagi, penurunan pasar saham pada hari Selasa meningkatkan permintaan likuiditas dalam bentuk dolar.
Namun kenaikan dolar AS dibatasi oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, termasuk indeks manufaktur ISM bulan Agustus, belanja konstruksi bulan Juli, dan data lowongan kerja JOLTS bulan Juli.
Indeks manufaktur ISM AS bulan Agustus turun -1,0 poin menjadi 54,6, lebih lemah dari perkiraan sebesar 55,2. Sub-indeks harga yang dibayarkan (prices paid) ISM bulan Agustus tetap stabil di angka 71,1, lebih kuat dari perkiraan penurunan ke angka 70,8.
Belanja konstruksi AS bulan Juli turun -0,5% secara bulanan (m/m), lebih lemah dari perkiraan yang memprediksi tidak adanya perubahan.
Data lowongan kerja JOLTS AS bulan Juli secara tak terduga naik +89.000 menjadi 7,271 juta dari angka revisi turun sebesar 7,182 juta pada bulan Juni; angka ini lebih rendah dari perkiraan sebesar 7,313 juta.
Pasar memperhitungkan probabilitas sebesar 69% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Agustus AS yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik jika harga minyak berlanjut naik terpicu ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung. Juga jika data ADP Employment Change Agustus AS terealisir meningkat, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,80-99,94. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,43-99,20.








