IHSG Senin Pagi Melemah ke Level 6.523; ke 2 Minggu Terendahnya, Regional Dibuka Bias Melemah

77
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (14/9), terpantau melemah 18,167 poin (0,28%) ke level 6.523,210 setelah dibuka turun ke level 6.533.868.

IHSG bergerak terkoreksi di hari keempat ke sekitar 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang volatile, kekhawatiran meningkatnya inflasi, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan serempak rebound.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,06% atau 11 poin ke level Rp 17.606, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah mendatar di sesi global sebelumnya, bangkit menanjak di antara naiknya inflasi CPI Amerika yang menambah estimasi the Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan minggu ini.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.595, serta terpantau terkoreksi menjauhi area 4 bulan tertinggi yang dicapai pekan lalu.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 7,509 poin (0,11%) ke level 6.533.868. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,740 poin (0,11%) ke level 648,980. Pagi ini melemah 18,167 poin (0,28%) ke level 6.523,210. Sementara LQ45 terlihat naik 1,430 poin (0,22%) poin ke level 651,150.

Tercatat saat ini sebanyak 248 saham naik, 287 saham turun dan 180 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street di akhir pekan ditutup rebound dari tekanan jual selama 4 hari sebelumnya, tergerus di hari keempat di antara harga minyak mentah dunia yang agak turun dari laju naik sebelumnya dan investor mencermati inflasi CPI Amerika. Dow Jones berakhir naik 0,98%, S&P 500 menguat 0,86%, serta Nasdaq menanjak 0,96%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,51%, dan Hang Seng yang turun 0,32%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke sekitar 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak yang volatile, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan rebound.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group