IHSG Selasa Pagi Melemah 0,6% ke Level 6.493; Regional Bias Negatif, Wall Street Ditekan Sektor Teknologi

93
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (15/9), terpantau melemah 41,902 poin (0,64%) ke level 6.492,791 setelah dibuka naik ke level 6.544.774.

IHSG bergerak terkoreksi di hari kelima ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang melaju lagi, tensi Timur Tengah yang panas, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang semalam serempak terkoreksi dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,15% atau 27 poin ke level Rp 17.630, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, bangkit ke hampir 2 minggu tertingginya sebagai safe haven di tengah konflik Timur Tengah serta estimasi the Fed akan menaikkan suku bunganya pada Kamis dini hari WIB nanti.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.657, serta terpantau dekat dengan area seminggu terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 10,081 poin (0,15%) ke level 6.544.774. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,200 poin (0,18%) ke level 660,230. Pagi ini melemah 41,902 poin (0,64%) ke level 6.492,791. Sementara LQ45 terlihat turun 7,330 poin (1,11%) poin ke level 651,700.

Tercatat saat ini sebanyak 241 saham naik, 277 saham turun dan 204 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup balik terkoreksi dipimpin oleh merosotnya sektor teknologi oleh kekhawatiran perkembangan AI, tekanan jual ke sejumlah saham semiconductor, di tengah masih panasnya geopolitik Timur Tengah dan estimasi kenaikan suku bunga the Fed pada Kamis dini hari (WIB) nanti. Dow Jones berakhir turun 0,30%, S&P 500 melemah 0,50%, serta Nasdaq merosot 0,60%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,68%, dan Hang Seng yang turun 0,33%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang melaju karena tensi Timur Tengah panas, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang terkoreksi dipimpin sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya mengurangi loss-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group