(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (30/9), terpantau menguat terbatas 9,186 poin (0,15%) ke level 6.130,886 setelah dibuka turun ke level 6.118.048.
IHSG bergerak rebound dari sekitar 13 minggu terendahnya kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya dibuka mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir kembali terkoreksi secara terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melompat 0,61% atau 110 poin ke level Rp 17.855, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, rally ke 9 minggu tertingginya di antara bertahan tingginya yields U.S. Treasury dan harga minyak yang volatile.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.965, serta terpantau bangkit tajam dari 2 bulan terendahnya ke mendekati seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 3,652 poin (0,06%) ke level 6.118.048. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,861 poin (0,47%) ke level 606,838. Siang ini menguat 9,186 poin (0,15%) ke level 6.130,886. Sementara LQ45 terlihat turun 1,743 poin (0,29%) poin ke level 607,956.
Tercatat saat ini 479 saham naik, 165 saham turun dan 127 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,001%, dan Hang Seng yang turun 0,04%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound dari 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijaunya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






