(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu siang ini (4/11), terpantau menguat tajam 98,408 poin (2,00%) ke level 5.016,175 setelah dibuka naik ke level 4.998.341.
IHSG bergerak meloncat menjauhi area 74 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di antara tekanan pada saham sektor Semiconductor dan merosotnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain signfikan ditopang selesainya midterm pemilu AS yang memberi harapan kestabilan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat signfikan 0,34% atau 62 poin ke level Rp 18.093, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah melemah di sesi global sebelumnya, tertekan ke 5 minggu terendahnya setelah kepastian hasil pemilu sela (midterm) di AS.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.155, serta terpantau menguat signifikan di hari ketiganya menjauhi area rekor terendah sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 80,574 poin (1,64%) ke level 4.998.341. Sedangkan indeks LQ45 naik 9,162 poin (1,83%) ke level 510,400. Siang ini IHSG menguat tajam 98,408 poin (2,00%) ke level 5.016,175. Sementara LQ45 terlihat naik 11,904 poin (2,37%) poin ke level 513,400.
Tercatat saat ini 431 saham naik, 189 saham turun dan 94 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang turun 2,14%, dan Hang Seng yang naik 3,07%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini meloncat menjauhi area 74 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di antara merosotnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam gain signfikan ditopang selesainya midterm pemilu AS.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4,824 dan bila tembus ke level 4,764.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







