Rekomendasi Forex GBP/USD Minggu Ini (3 – 7 Februari 2020)

899

(Vibiznews-Forex) Waktunya akhirnya tiba juga. Setelah lebih dari tiga tahun, Inggris meninggalkan Uni Eropa pada hari Jumat, 31 Januari 2020. Namun, segala sesuatu tetap sama diantara kedua ekonomi. Periode transisi dimulai secara resmi, walaupun mereka memiliki waktu sampai akhir Desember pada tahun ini untuk mencapai persetujuan di dalam hubungan mereka ke depannya. Hal ini berarti keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang begitu diantisipasikan hampir-hampir tidak memiliki dampak terhadap pounsterling dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, pasar akan fokus kepada apakah kesepakatan bisa dicapai atau tidak dalam sebelas bulan ke depan. Fokus pembicaraan akan berada pada perdagangan, imigrasi dan perbatasan Irlandia.

Pasangan matauang GBP/USD mengalami kenaikan untuk minggu kedua berturut-turut, yang disebabkan oleh karena keputusan BOE. Bank sentral Inggris ini mengumumkan keputusan terbaru mengenai kebijakan moneter pada hari Kamis minggu lalu, dimana dengan secara mengejutkan bersikap “hawkish”. Carney dan koleganya tetap mempertahankan tingkat bunga Inggris tidak berubah di 0.75%, dengan hanya dua dari anggota yang memberikan suara untuk pemangkasan tingkat bunga. Sementara pasar telah memperhitungkan dalam harga dengan dukungan yang lebih besar untuk pemangkasan tingkat bunga. Kejutan positip lainnya dalah dihapuskannya frase yang memberikan indikasi bahwa tingkat bunga yang akan datang akan terbatas dan bertahap. Terakhir, Gubernur Carney memberikan komentar yang memberikan semangat di dalam pidatonya sambil memberi catatan atas pertumbuhan global dan Brexit.

Kalender makroekonomi Inggris akan mengeluarkan Markit PMI manufaktur versi final bulan Januari, yang diperkirakan tidak berubah di 49.8, sementara untuk jasa diperkirakan direvisi turun menjadi 49.1.  Output dari konstruksi sebaliknya diperkirakan akan direvisi naik menjadi 45.9 dari 44.4.

Dari Amerika Serikat, selain Nonfarm Payroll, akan keluar PMI ISM Manufacturing yang diperkirakan akan meningkat menjadi 48 dari sebelumnya 47.2, sementara PMI ISM Non-Manufacturing diperkirakan 55.1 dari sebelumnya 55 di bulan Desember. Laporan Nonfarm Payroll yang akan keluar pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menambah 156.000 pekerjaan baru pada bulan Januari, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 3.5%. Upah diperkirakan bertambah 0.3% sebulan dan 3.0% setahun, sedikit membaik dari angka bulan Desember.

Perlu dicatat, pada hari Kamis, WHO memberikan tekanan mengenai virus corona, dan menyatakan merebaknya wabah sebagai kondisi darurat atas kesehatan publik yang menjadi keprihatinan internasional.Reaksi Poundsterling selama ini cukup terbatas terhadap berita-berita yang beresiko ini, namun jika situasi terus berlanjut meningkat, hal ini bisa menimbulkan ketakutan.

Grafik mingguan menunjukkan bahwa pemulihan kemungkinan berlanjut dengan “resistance” terdekat berada pada 1.3285 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3420 dan kemudian 1.3513. Sedangkan “support” terdekat berada pada 1.3100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2980 dan kemudian 1.2904.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here