(Vibiznews – Forex) GBP/USD sempat diperdagangkan naik diatas 1.29 dengan bangkitnya kembali harapan akan stimulus fiskal AS yang telah membebani dolar AS, namun akhirnya turun kembali kebawah 1.29, karena keprihatinan akan Brexit kembali bangkit.
Setelah sebelumnya menikmati kenaikan karena pulihnya kesehatan Presiden AS Donald Trump dengan cepat, pasangan matauang GBP/USD jatuh karena Trump tiba-tiba membuat pengumuman bahwa dia menghentikan pembicaraan stimulus dengan Demokrat, membawa turun pasar saham dan membuat naik dolar AS yang “safe-haven”.
Namun, selanjutnya GBP/USD mengalami kenaikan kembali ke atas 1.29 setelah Trump mengirimkan serangkaian pesan melalui tweeter yang membalikkan pengumuman sebelumnya. Namun kemudian turun kembali ke bawah 1.29 karena Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney menyatakan ketidakpuasannya mengenai posisi Inggris dalam hal bantuan negara dan perikanan, memberikan signal negosiasi Brexit mengalami masalah.
Terlepas dari stimulus, poundsterling cenderung turun. PM Boris Johnson dilaporkan sedang mempertimbangkan pengenaan restriksi yang baru untuk mengatasi infeksi Covid – 19 yang sedang naik. Semakin banyak kota di Inggris dan Skotlandia yang mengenakan langkah baru terhadap residen mereka. Spekulasi London akan mengalami lockdown akan bisa memukul poundsterling. Selanjutnya harapan akan terjadinya Brexit memudar dengan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diatas.
Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2870 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2820 dan kemudian 1.2755. Sementara “resistance” terdekat berada di 1.2950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2980 dan kemudian 1.3040.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



