Serba – Serbi Pergerakan Pasar Forex Hari Ini 18 Desember 2020

798

(Vibiznews – Forex) Pada hari ini, sentimen pasar memburuk ditengah aksi ambil untung, keprihatinan terhadap “hack” ke age Federal AS, lemahnya data ekonomi AS dan sanksi yang baru dari AS terhadap Cina. Kurangnya kemajuan dalam hal pembicaraan Brexit dan stimulus AS juga membebani pasar dan kedua negosiasi ini tetap menjadi fokus pasar.

Otoritas AS terus membongkar “hack” yang luas terhadap agen Federal AS termasuk terhadap fasilitas nuklir AS, yang dicurigai dilakukan oleh sekelompok hacker elite Rusia.

Hubungan AS – Cina kembali menegang dengan Presiden AS Donald Trump berencana mengenakan sanksi yang baru terhadap perusahaan – perusahaan Cina termasuk SMC.

Dolar AS menyentuh kerendahan baru terhadap euro, poundsterling, Aussie dan matauang utama lainnya akibat aksi ambil untung menjelang penutupan minggu dimana banyak trader sudah mengambil liburan Natal pada akhir minggu ini dan karenanya butuh uang tunai.

Setelah paket stimulus kelihatannya sudah diambang pintu, ternyata Republikan dan Demokrat masih berselisih pendapat atas beberapa hal di dalam perinciannya sehingga bisa membuat kesepakatan mundur ke akhir minggu atau minggu depan. Harga emas turun akibat penundaan kesepakatan stimulus ini.

Klaim pengangguran AS mengecewakan dengan peningkatan menjadi 885.000 pada minggu lalu, yang menunjukkan penurunan ekonomi lebih lanjut. Ini adalah satu hari setelah angka penjualan ritel yang juga lebih kecil daripada yang diperkirakan.

Pembicaraan mengenai Brexit menurut kepala negosiasi Inggris David Frost terhalang dan PM Boris Johnson berkata bahwa diskusi ada dalam kondisi yang serius. Akibatnya GBP/USD jatuh ke sekitar 1.3550 dari ketinggian puncaknya di 1.3622.

Bank of England tetap mempertahankan kebijakan perekonomiannya tidak berubah dan menambah program peminjamannya. Sementara lebih dari 60% populasi Inggris sekarang berada di dalam keadaan restriksi yang keras.

Covid – 19 terus meningkat tanpa ada tanda – tanda akan mereda. Los Angeles sekarang yang terpukul paling keras. Sementara FDA AS menyetujui penggunan vaksin Moderna secara aklamasi.

Bank of Japan tetap mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah sebagaimana yang telah diperkirakan dan memperpanjang salah satu dari program spesialnya selama enam bulan dan Yen Jepang mengalami penurunan.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here