(Vibiznews – Forex) EUR/USD melanjutkan penurunannya dibawah 1.19 ditengah naiknya keprihatinan akan virus corona di Uni Eropa. Kanselir Jerman Merkel memperpanjang lockdown nasional di Jerman sampai tanggal 18 April. Dolar AS menguat ditengah memburuknya sentimen pasar, dengan berpindahnya fokus ke testimoni dari Powell.
Kanselir Jerman Merkel menggambarkan penyebaran varian baru yang berasal dari Inggris di negara terbesar di Eropa ini sebagai efektif sudah pandemi yang baru. Varian baru B1.1.7 telah mendatangkan bencana di beberapa negara lainnya dan sekarang datang ke Berlin yang segera mengumumkan lockdown yang ketat sampai sekitar Paskah dan memperpanjangnya sampai 18 April.
Sementara Sebagian besar dari Perancis dan Itali lebih keras memberlakukan restriksinya, sehingga menambah penundaan terhadap pemulihan ekonomi. Terlebih lagi, program vaksinasi tetap lambat meskipun iklim politik membaik.
Selain itu, reputasi AstraZeneca semakin tercoreng dengan otoritas di Washington merilis pernyataan yang menyatakan keprihatinan atas data dalam laporan fase ketiga yang dilaporkan berhasil, sebagai sudah basi.
Di Amerika Serikat, Gedung Putih sedang bersiap untuk mengusulkan rencana belanja infrastruktur senilai $3 triliun, jauh diatas stimulus kelegaan Covid senilai $1.9 triliun yang sedang dibagikan. Tambahan belanja ini bisa berarti memanasnya ekonomi dan juga naiknya hutang AS yang berpotensi menaikkan yields AS sehingga membuat dollar AS menjadi lebih menarik.
The Fed akan terus mendukung ekonomi AS sekalipun melalui kenaikan inflasi yang dipandang temporer dan tingkat pengangguran yang mengecilkan kondisi tenaga kerja yang riil. Sementara Republikan menaikkan keprihatinan terhadap inflasi.
Secara keseluruhan kecenderungan EUR/USD adalah turun ditengah kenaikan dollar AS.
“Support” terdekat menunggu di 1.1836 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1800 dan kemudian 1.1750. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1950 dan kemudian 1.1990.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



