Rekomendasi Mingguan EUR/USD 19 – 23 April 2021: Berusaha Naik Mencapai Lebih dari 1.20

2465

(Vibiznews – Forex) EUR/USD meneruskan keuntungannya pada hari Jumat minggu lalu, setelah pada hari Kamis bangkit dari kerendahannya, meskipun masih di bawah 1.20, disekitar 1.1982. Melemahnya dollar AS secara luas, karena turunnya yields obligasi AS,  mendorong naik euro.

Data inflasi AS naik pada bulan Maret namun kurang daripada yang diperkirakan oleh pasar, yang dipengaruhi oleh laporan PPI yang kuat. CPI inti hanya menyentuh 1.6% setahun, level yang sama dengan bulan gugur sebelumnya dan masih dibawah dari level sebelum pandemic, menyebabkan dollar AS tertekan turun bersamaan dengan turunnya yields obligasi AS karena suksesnya lelang obligasi 30 tahun AS.

Spekulasi bahwa inflasi AS akan memaksa Federal Reserve AS untuk menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan mereda dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun lebih jauh, dengan imbal hasil treasury 10 tahun berada di 1.52%.

Sebaliknya Presiden ECB Christine Lagarde memberikan catatan bahwa ekonomi Uni Eropa masih menderita terpukul oleh pandemic dan akan terus bergantung kepada stimulus fiscal sampai  sepenuhnya pulih. Lagarde juga mengatakan bahwa respon fiscal AS terhadap pandemic akan melimpah sampai berdampak positip terhadap pertumbuhan dan inflasi Eropa.

Inflasi bulan Maret dari Eropa muncul sesuai dengan yang diperkirakan, meskipun masih jauh dibawah daripada yang diinginkan. Jerman mempublikasikan survey ZEW bulan April yang menunjukkan bahwa sentimen ekonomi di negara tersebut terkontraksi karena datangnya gelombang coronavirus berikutnya. Langkah restriksi di Uni Eropa membebani bisnis lokal.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Sebaliknya di AS,  penjualan Ritel AS melompat ke 9.8% pada bulan Maret setelah kejatuhan yang direvisi naik sebesar 2.7% pada bulan Februari, menurut data terbaru dari Departemen Perdagangan AS. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan penjualan ritel sebesar 5.9% sebagai angka umum.

Laporan dari Federal Reserve regional, the Philly Fed, mengatakan bahwa outlook bisnis sektor manufaktur berada pada 50.2 di bulan April. Sekalipun turun dari angka di bulan Maret sebesar 51.8, namun data ini mengatasi dari yang diperkirakan secara signifikan yang memperkirakan angka disekitar 41.

Klaim pengangguran AS turun ke 576.000, juga lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 703.000 dan lebih kecil dari sebelumnya sebesar 769.000.

Ekonomi kedua negara sedang dalam arah yang benar, namun kecepatan pemulihan masih kurang dibandingkan dengan yang diinginkan. Amerika Serikat bergerak satu langkah di depan namun sekarang ini masih belum membuat perbedaan bagi dollar AS.

Dari AS, program vaksinasi terus diusahakan berlangsung dengan cepat dan diperkirakan semua orang Amerika telah mendapatkan suntikan vaksin pada tanggal 19 April. Lebih cepat suntikan diberikan, lebih cepat Amerika dapat Kembali ke bisnis, sehingga inflasi berpotensi naik. Namun hal ini bisa mendorong Federal Reserve menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan.

Pasar masih belum tahu apa yang Federal Reserve akan lakukan terhadap angka ekonomi yang meningkat kuat. Apakah yields obligasi AS akan naik sebagai antisipasi kenaikan tingkat bunga yang lebih cepat? Hal ini akan membuat dollar AS naik lebih tinggi. Sebaliknya apabila angka ekonomi AS yang keluar lemah, maka hal ini akan menurunkan  perkiraan akan pemulihan ekonomi yang cepat dan menekan yields AS turun dan juga dollar AS turun.

Rencana belanja infrastruktur telah menjadi tergeser ke belakang namun apabila kembali menjadi bergeser ke depan, setiap kemajuan akan positip bagi dollar AS sebaliknya setiap kemunduran akan membebani dollar AS.

Data ekonomi AS yang bisa menggerakkan dollar AS adalah klaim pengangguran mingguan, PMI pendahuluan untuk bulan April dari Markit dan Penjualan Rumah Baru tetap kuat.

Secara keseluruhan pasangan matauang ini masih memiliki ruang untuk naik lebih tinggi.

“Support” terdekat menunggu di 1.1945 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1880 dan kemudian 1.1800.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2060 dan kemudian 1.2120.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here