Rekomendasi Mingguan GBP/USD 7 – 11 Juni 2021: Masih Berpeluang Naik?

1814
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Ketakutan akan dilakukannya pengetatan oleh Federal Reserve telah mendukung naiknya dollar AS dan menguasai pasar, paling tidak sampai munculnya data pekerjaan AS yang meleset dari yang diperkirakan pasar.

Memasuki hari Jumat, menjelang dikeluarkanya laporan NFP AS, GBP/USD turun tajam ke 1.4097, ditengah keprihatinan akan varian baru Delta Covid – 19 akan bisa membuat rencana pembukaan kembali ekonomi Inggris tertunda, ditambah dengan menguatnya USD karena rencana pengetatan yang akan dilakukan the Fed dan keluarnya tiga data makro ekonomi AS yang lebih baik daripada yang diperkirakan. Namun, GBP/USD berhasil naik kembali ke 1.4158 dengan angka NFP yang keluar lebih kecil daripada yang diperkirakan sehingga menekan turun USD.

Kelihatannya ada dukungan yang meningkat dari anggota the Fed untuk mengurangi kecepatan di dalam pencetakan dollar AS di bank sentral AS. Saat ini the Fed terus membeli obligasi senilai $120 miliar setiap bulannya.

The Fed pada hari Rabu minggu lalu mengumumkan akan mulai mengurangi sebagian dari multipel program yang disiapkan untuk mendukung ekonomi selama pandemik berlangsung.

Reaksi para trader saham sangat buruk, dengan indeks saham Eropa turun kuat dan menyeret saham berjangka AS ikut turun tajam. Para investor melihatnya sebagai langkah awal kecil-kecilan ke arah pergerakan yang lebih besar nantinya.

Data ekonomi AS yang keluar sesudah pernyataan dari the Fed ini juga mendukung ketakutan pasar akan berkurangnya dukungan dari the Fed terhadap ekonomi AS.

GBP/USD mempercepat penurunannya setelah rilis tiga data ekonomi AS yang kuat. Survey dari ADP, atas pekerjaan dari sektor swasta bulan Mei, membukukan angka sebanyak 978.000, jauh mengatasi dari yang diperkirakan sebesar 6750.000. Sementara klaim pengangguran awal,  untuk minggu yang berakhir pada 28 Mei, muncul di 385.000 yang lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 395.000 dan merupakan angka terendah sejak pandemik dimulai.

Selain itu, ISM mempublikasikan PMI Jasa AS bulan Mei yang muncul di 64, sementara angka bulan lalu adalah 62.7 dan kali ini diperkirakan hanya naik ke 63.

Di medan pandemic, kasus baru meningkat di Inggris dan membebani Sterling. Cepatnya penyebaran varian baru virus dari India yang disebut sebagai Delta, telah memberikan keragu-ragu mengenai rencana pembukaan kembali aktifitas ekonomi Inggris pada bulan ini.

Sekalipun PM Boris Johnson masih melihat rencana pembukaan kembali aktifitas ekonomi Inggris tetap sedang berjalan, namun dia sudah mulai mengumandangkan kehati-hatian.

Di AS, infeksi Covid – 19 terus turun, meskipun kecepatan vaksinasi juga melambat. Dan fokus sedang kepada pembukaan kembali ekonomi yang telah berlangsung dan rintangan – rintangan terhadap pemulihan sepenuhnya daripada ketakutan akan berbalik mundur dari kondisi yang telah balik ke normal ini.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Minggu ini Inggris sedang mengarah ke tanggal 21 Juni yang dinamakan sebagai “Freedom Day” ditengah cepatnya perkembangan varian baru dari India yang disebut sebagai Delta yang menyebabkan munculnya kekuatiran..

Varian virus yang baru ini, selain menjadi penyebab utama kenaikan kasus baru di Inggris juga menyebabkan negara-negara tetangga seperti Perancis, Jerman dan yang lainnya menuntut dikarantinanya orang-orang yang datang dari Inggris.

Dari data ekonomi minggu ini,  Inggris akan mempublikasikan angka GDP untuk bulan April yang kemungkinan akan menunjukkan ekspansi yang berkelanjutan dengan Inggris memperluas pembukaan kembali ekonominya. Angka GDP sudah lebih baik daripada yang diperkirakan dan untuk minggu ini apabila bisa lompat ke 3.8% akan mendorong naik Sterling.

Dari AS, Gedung Putih akan melanjutkan usulan belanja infrastrukturnya dengan menurunkan nilainya dari $2 triliun menjadi $1 triliun dalam rangka mencapai kesepakatan dengan Republikan di Senat. Meskipun Demokrat bisa berjalan sendiri tanpa Republikan, namun apabila terjadi kesepakatan akan mendorong naik dollar AS dan sebaliknya.

Dalam hal vaksinasi, sudah lebih dari separuh orang Amerika menerima paling sedikit satu kali suntikan vaksin Covid – 19, meskipun kecepatannya telah melambat dengan signifikan. Gedung Putih sedang meningkatkan usaha untuk mencapai 70% dari orang dewasa agar bisa menekan virus corona.

Angka Consumer Price Index (CPI) bulan April mengejutkan investor karena jauh melampaui ekspektasi. Meskipun disebabkan karena efek basis yang turun jauh pada tahun lalu, dan lompatnya harga karena penggunaan mobil sehingga naik ke 3%, namun meningkatnya harga – harga komoditi dan berbagai kelangkaan bisa membuat inflasi tetap naik dengan persistant.

Data CPI yang akan keluar untuk bulan Mei akan muncul ditengah-tengah antara Nonfarm Payrolls dan keputusan dari the Fed. Setiap ada tanda kenaikan harga yang bukan bersifat sementara, bisa menaikkan ekspektasi bahwa the Fed akan melakukan pengetatan dengan mengurangi program pembelian obligasinya.  Hal ini bisa membawa kepada naiknya ekspektasi akan dinaikkannya tingkat suku bunga dan memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan dollar AS.

Diperkirakan angka di bulan Mei akan turun sedikit ke 2.3% dibandingkan dengan di bulan April 3%.

Selain itu akan dipublikasikan Consumer Sentiment Index pendahuluan untuk bulan Juni dari Universitas Michigan yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit kenaikan.

Dari grafik harian, GBP/USD masih bisa ada ruang untuk naik paling tidak sepanjang bertahan di atas 1.4010.

“Support” terdekat menunggu di 1.4095 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4050 dan kemudian 1.4010. “Resistance” terdekat menunggu di 1.4180 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.4220 dan kemudian 1.4250 dan 1.4300.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here