Rekomendasi Mingguan EUR/USD 14 – 18 Juni 2021: Berpotensi Turun?

1887

(Vibiznews – Forex) Euro sempat turun, tertekan oleh karena Bank Sentral Eropa pada hari Kamis mempertahankan sikap kebijakan yang akomodatif dan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi blok dan inflasi untuk tahun 2021 dan 2022. Pada hari Jumat ini EUR/USD melanjutkan penurunannya dan jatuh ke bawah 1.21 di 1.1208 karena menguatnya dollar AS akibat bagusnya angka Consumer Sentiment AS.

Volume forex berada pada level terendah selama setahun ini. Setelah mencapai puncaknya pada Maret 2020, ketika pandemic mulai mengambil korban di pasar global, fokus diarahkan kepada kembalinya ekonomi. Setelah setahun, optimisme kembali muncul. Ada tanda-tanda pertumbuhan yang kuat diantara ekonomi negara-negara maju, walaupun pemulihannya tidak rata. Negara – negara dengan pendapatan rendah dan menengah, tetap berada di bawah. Sementara vaksin terhadap Covid – 19 telah membawa sebagian kelegaan, pandemic ini masih jauh dari selesai. Varian baru, perlambatan di dalam memberikan imunisasi dan bahkan orang-orang yang anti-vaksinpun menghadapi resiko ini.

WHO semula memperkirakan diperlukan waktu 18 bulan untuk pandemic bisa berakhir. Optimisme umum cenderung mendukung permintaan terhadap assets yang memberikan yields yang tinggi dengan mengorbankan dollar AS. Pada saat yang bersamaan, AS kelihatannya  satu langkah di depan dibandingkan dengan rekan-rekannya dalam usaha kembali ke normal. Sementara minat spekulatif terus berlangsung mengenai apakah untuk membeli dollar AS dengan kekuatan sendiri atau menjualnya untuk keuntungan matauang berpenghasilan lebih tinggi.

ECB mengumumkan keputusan terbarunya mengenai kebijakan moneter pada hari Kamis minggu lalu dan sebagaimana yang telah diperkirakan, tingkat bunga dan program bantuan tidak dipertahankan tidak berubah. Presiden ECB Chrisitine Lagarde benar-benar berhati-hati dengan resiko yang persisten dan berkata bahwa kebijakan moneter ultra-longgar akan tetap ada untuk menghindari kenaikan biaya pinjaman yang bisa membuat pemulihan ekonomi menjadi tertunda. Pada waktu yang bersamaan bank sentral Uni Eropa ini merevisi naik perkiraan pertumbuhan dan inflasi Eropa untuk tahun ini dan tahun depan.

Data ekonomi Jerman yang dipublikasikan pada minggu lalu, bervariasi. Negara-negara maju sedang dalam perjalanannya untuk pulih meskipun belum ada yang mencapainya. Industrial Production Jerman terkontraksi 1% MoM pada bulan April, sementara Factory Orders turun 0.2%, walaupun angka tahunan mengatasi dari yang diperkirakan. Survey ZEW menunjukkan Sentimen Ekonomi turun ke 79.8 pada bulan Juni.

Di Uni Eropa, Sentix Investor Confidence bulan Juni dicetak pada 28.1, sementara GDP kuartal pertama direvisi naik ke – 0.3% QoQ, kedua-duanya lebih baik daripada yang diperkirakan.

Di AS, Treasury Secretary AS Yellen mengatakan bahwa paket belanja infrastruktur dalam jumlah yang besar akan menyehatkan ekonomi AS sekalipun bisa menyebabkan naiknya tingkat suku bunga dan inflasi. Pernyataan Yellen mendorong naik yields treasury AS meskipun masih dibawah tingkat sebelum kejatuhan karena rilis data Non-Farm Payrolls hari Jumat minggu lalu yang mengecewakan.

Consumer Price Index (CPI) keluar di 0.6% yang adalah lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 0.5%. Secara tahunan CPI umum naik ke 0.5% pada bulan Mei, dibandingkan dengan 4.7% di bulan April dan yang diperkirakan. AS juga mempublikasikan Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 4 Juni di 376.000, yang lebih baik daripada sebelumnya di 385.000 namun sedikit diatas dari yang diperkirakan di 370.000.

Minggu ini, Jerman dan Uni Eropa akan mempublikasikan Consumer Price Index (CPI) bulan Mei. CPI Uni Eropa diperkirakan akan mengalami kenaikan dari 1.6% ke 1.9%.

Sementara di Amerika Serikat, melakukan pengetatan moneter atau tidak? Itulah pertanyaan untuk Federal Reserve dalam pertemuannya bulan Juni ini, atau paling tidak ada sedikit diskusi mengenai pengurangan pembelian obligasi yang akan positip bagi dollar AS.

Kenaikan inflasi dalam CPI umum ke 5%, dan tanda-tanda di dalam survey akan tekanan kenaikan harga, menunjukkan kepada akan dilakukannya pengetatan moneter pada akhir tahun ini. Sementara kepala the Fed Jerome Powell dan koleganya bisa terus melanjutkan desakan bahwa inflasi adalah bersifat sementara dan employment masih ketinggalan, masih ada 7,6 juta orang Amerika yang masih harus kembali ke pekerjaan mereka sebelum pandemik. Pasar memperkirakan the Fed akan menahan diri untuk tidak menghantam kapal pada saat ini, dan baru akan bergerak pada akhir Agustus di Jackson Hole Symposium.

Selain keputusan dari the Fed pada hari Rabu, pasar juga akan memandang kepada angka-angka penjualan ritel untuk bulan Mei. Setelah mengatasi angka perkiraan bulan maret dan mengecewakan di bulan April kelihatannya hanya akan ada sedikit perubahan untuk angka bulan lalu.

Kemajuan belanja infrastruktur yang massif juga mendapatkan perhatian. Setelah pembicaraan terakhir antara Gedung Putih dan sekelompok Republikan gagal, muncul penawaran bipartisan yang lain, namun masih memerlukan persetujuan dari para pejabat senior.

Kecepatan vaksinasi Amerika telah melambat, namun pemerintah federal giat berusaha agar sebanyak mungkin orang Amerika menerima suntikan sampai tanggal 4 Juli.

Secara tehnikal grafik harian menunjukkan pasangan matauang ini jelas bearish.

“Support” terdekat menunggu di 1.2120 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2070 dan kemudian 1.2000.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2245 dan kemudian 1.2300.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here