(Vibiznews – Forex) EUR/USD bergerak naik dengan jatuhnya yields obligasi AS yang menyeret dollar AS turun. Ketegangan meningkat menjelang keputusan yang paling penting dari the Fed pada minggu ini.
Kenaikan dollar AS pada hari Jumat kelihatannya hanyalah respon yang terlambat dari kenaikan angka inflasi yang kuat pada hari Kamis. Namun permintaan terhadap dollar AS ini kelihatannya tidak dapat dibenarkan. Pertama karena tidak sesuai dengan yields treasury AS yang tetap tertekan di bawah 1.50%. Kedua, monster inflasi ternyata tidak seseram seperti kelihatannya. Kenaikan inflasi ke 5% lebih karena disebabkan oleh “base-effect” dan kenaikan sehubungan dengan dibukanya kembali aktifitas ekonomi baru-baru ini.
EUR/USD sedikit naik memulai minggu yang baru, diperdagangkan sedikit diatas 1.2100 di 1.2125. Perdagangan forex terbatas ditengah kurangnya kalender makro ekonomi dan para investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang akan keluar pada hari Rabu.
Pasar saham tidak memberikan petunjuk apa-apa. Indeks saham Eropa diperdagangkan pada level yang positip meskipun hanya naik sedikit. Yields treasury AS berada pada kerendahan yang baru-baru ini, tidak berubah secara basis harian.
Uni Eropa mempublikasikan Industrial Production yang membaik 0.8% MoM dan 39.3% YoY jauh lebih baik daripada yang diperkirakan.
“Support” terdekat menunggu di 1.2090 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2050 dan kemudian 1.2010. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2160 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2200 dan kemudian 1.2245.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



