(Vibiznews – Forex) EUR/USD berhasil melewati 1.18 setelah pernyataan kepala the Fed Powell meniadakan kemungkinan pengurangan pembelian obligasi sudah diambang pintu. Dolar turun secara luas. Powell juga memfokuskan pembukaan kembali aktifitas ekonomi sebagai yang mendorong naik inflasi. Sementara PPI AS mengatasi dari yang diperkirakan.
Kepala Federal Reserve Jerome Powell meringankan naiknya ancaman inflasi dan memberitahukan Kongres bahwa bank sentral AS akan terus mengambil pendekatan berhati-hati dalam kebijakan moneter.
Dalam testimoninya di depan House of Representatives AS Powell mengatakan bahwa sementara inflasi diperkirakan akan naik selama musim panas, dia memperkirakan ancaman tersebut akan terbukti hanya bersifat sementara.
Pasangan matauang EUR/USD pulih dari kerendahan intraday 1.1771, yang juga kerendahan yang baru selama tiga bulan, dan diperdagangkan di atas level 1.1800 di sekitar 1.1824.
Uni Eropa mempublikasikan Industrial Production bulan Mei, yang terkontraksi 1% MoM dan naik 20.5% YoY, meleset dari perkiraan pasar.
Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Rabu, mengatakan bahwa Producer Price Index (PPI) naik 1% pada bulan Juni setelah pada bulan Mei naik 0.8%; angka ini lebih kuat daripada yang diperkirakan dengan para ekonom memperkirakan kenaikan hanya 0.6%.
Selama setahun, harga produsen naik 7.3%, kenaikan terbesar sejak data 12 bulan ini pertama kali dikalkulasikan pada bulan November 2010.
Laporan ini juga mengatakan bahwa harga produsen inti juga naik 1% di bulan Juni, naik dari bulan Mei sebesar 0.7%. Para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi sebesar 0.5%.
“Support” terdekat menunggu di 1.1795 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1750 dan kemudian 1.1710. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1840 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1885 dan kemudian 1.1920.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



