(Vibiznews – Forex) EUR/USD berjuang di sekitar 1.16, turun karena kekuatiran mengenai harga energi yang naik tinggi, batas atas hutang AS, dan developer property raksasa Cina yang terbelit hutang, membebani sentimen pasar dan mendorong naik dollar AS yang safe-haven.
Padamnya Whatsapp, Facebook dan Instagram, meskipun sekarang sudah diperbaiki, telah membuat turun harga saham Facebook yang berkontribusi membangkitkan sentimen “risk-off” di pasar dan pada gilirannya mendorong naik dollar AS yang safe-haven dan membuat turun EUR/USD.
Cina masih libur sampai hari Kamis, dan kecemasan mengenai dampak dari Evergrande, developer raksasa Cina yang terbelit hutang terus menghinggapi investor dengan Fantasia Holding Group tidak berhasil mendapatkan pembayaran dan Sinic diturunkan ratingnya oleh Fitch Ratings.
Cina juga sedang sedang berjuang menghadapi kekurangan energi yang dapat membuat aktifitasnya padam seperti yang dialami Facebook. Sementara Eropa juga sedang berjuang menghadapi naiknya harga gas alam dan minyak mentah WTI.
Harga minyak mentah WTI naik terus dimana pada hari Senin menembus $78, level tertinggi sejak tahun 2014, setelah anggota-anggota OPEC+ tetap bertahan kepada kebijakan untuk hanya menaikkan produksi sebesar 400.000 barel per hari. Terus naiknya harga minyak mentah WTI ini bisa mengganggu pemulihan ekonomi global.
Ketidak pastian mengenai batas atas hutang AS yang tinggal dua minggu lagi jatuh temponya, menambah beban terhadap sentimen pasar.
EUR/USD masih berpotensi turun lebih jauh dengan bearish memegang kontrol.
“Support” terdekat menunggu di 1.1590 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1562 dan kemudian 1.1500. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1640 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1665 dan kemudian 1.1680.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



