(Vibiznews – Forex) EUR/USD terus diperdagangkan di teritori negatip di bawah 1.1500 di sekitar 1.1457 setelah membukukan kerugian yang besar pada hari Rabu. Dolar AS mengalami kenaikan setelah keluarnya data inflasi AS yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan.
EUR/USD sempat jatuh ke 1.1453, ke kerendahan baru di tahun 2021 ke level yang belum pernah terlihat sejak Juli 2020. Dolar AS tetap kuat ditengah keengganan terhadap resiko yang menguasai pasar, ditengah investor mengurangi kemungkinan terjadinya pengetatan yang lebih agresif dari Federal Reserve AS, menyusul berita bahwa data inflasi AS telah bergerak mencapai tertinggi dalam 3 dekade.
Pasar saham global mendatar mengarah sedikit naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah menguat ketika perdagangan sesi New York dimulai. Fokus pasar sekarang berada pada meningkatnya kemungkinan inflasi harga yang lebih tinggi dan bahkan problematik yang mendunia. Dua laporan inflasi AS pada minggu ini memanas dan menggaris bawahi inflasi sedang memperkuat cengkramannya terhadap perekonomian dunia. Consumer Price Index (CPI) AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa inflasi sedang bergerak di ketinggian selama 30 tahun lebih.
“Support” terdekat menunggu di 1.1450 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1410 dan kemudian 1.1370. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1515 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1550 dan kemudian 1.1600.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



