(Vibiznews – Forex) Setelah naik dari 1.3516 ke 1.3550, GBP/USD melanjutkan kenaikannya pada minggu lalu dengan terus melemahnya dollar AS dan mencapai level tertingginya di 1.3730 pada awal hari Jumat sebelum akhirnya terkoreksi ke 1.3682 dengan munculnya data Retail Sales AS yang turun minus 1.9% di bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang naik sebesar 0.3%.
Pada hari Jumat, sejumlah data makro ekonomi Inggris yang solid keluar, namun gagal mendorong naik pounsterling Inggris yang berjuang untuk bisa tetap bergantung di angka 1.3700, turun selama perdagangan sesi New York. Pada saat konferensi pers, GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3670.
Sementara itu di AS, pada jam-jam perdagangan terakhir, indeks dollar AS berhasil mengambil kembali level 95.00, naik sekitar 0.25%, di sekitar 95.05, yang didukung oleh kenaikan dari yield T-bond 10 tahun AS, naik menjadi 1.75%, keuntungan sebanyak 3 basis poin.
Pada hari terakhir perdagangan minggu lalu, sentimen pasar memburuk sebagaimana yang ditunjukkan oleh indeks saham Eropa yang diperdagangkan dalam warna merah, sementara indeks saham AS mencetak kerugian antara 0.005% sampai 0.73%. Di pasar forex, matauang safe-haven seperti USD, JPY dan CHF mengalami kenaikan.
Pada hari Jumat, Departemen Perdagangan AS mengeluarkan laporan Penjualan Ritel AS bulan Desember, yang menunjukkan kontraksi sebesar 1.9%, lebih buruk daripada yang diperkirakan oleh para ekonom sebesar – 0.1%. Angka inti, yang mengeluarkan gasoline dan autos, bahkan turun lebih jauh lagi, sebesar 2.5% dibandingkan dengan penurunan pada bulan Nopember sebesar 0.1%.
Menambah kepada data makro ekonomi AS yang lebih buruk daripada yang diperkirakan, UoM Consumer Sentiment turun ke 68.8 dibawah daripada yang diperkirakan di 70.0.
Sementara itu, Inggris mengeluarkan data makro ekonominya yang lebih baik daripada yang diperkirakan. GDP Inggris di bulan Nopember naik 0.9%, lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebesar 0.4% dan dari bulan lalu sebesar 0.2%, pertama kalinya dibandingkan dengan level sebelum pandemic dari Februari 2020. Sementara itu Industrial Production meningkat 1% pada bulan Nopember, juga lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 0.2% dan dari bulan sebelumnya di – 0.5%.
Dari kasus Covid – 19, Inggris melaporkan 99,652 kasus baru Covid – 19 dan 270 kematian pada hari Jumat, yang adalah lebih rendah daripada yang dilaporkan pada hari Kamis sebanyak 335.
Minggu ini, pada hari Selasa, Inggris akan mempublikasikan data makro ekonomi sehubungan dengan employment. Claimant Count Change diperkirakan akan berkurang penurunannya menjadi – 38.600 dari bulan sebelumnya – 49.800. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap di 4.2%.
Pada hari Rabu, pasar menantikan Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey berbicara. Setelah mengagetkan pasar dengan menaikkan tingkat bunga BoE sebanyak 15 basis poin menjadi 0.25%, ditengah masih naiknya kasus Covid – 19 yang baru, Gubernur Bank of England Andrew Bailey belum memberikan pernyataannya yang baru. Penampilannya yang perdana di tahun yang baru akan sangat diperhatikan oleh investor dan trader Poundsterling untuk mendapatkan petunjuk yang baru.
Selain itu, pasar menantikan keluarnya angka inflasi karena akan menentukan sikap dari BoE dalam memutuskan kebijaksanaan moneternya ke depan.
Consumer Price Index (CPI) Inggris yang diperkirakan akan meningkat sedikit ke 5.2% dari sebelumnya 5.1%.
Pada hari Jumat, akan keluar data GfK Consumer Confidence Inggris yang diperkirakan tetap minus di angka – 15. Selain itu ada data yang bisa menggerakkan Sterling yaitu Retail Sales Inggris yang diperkirakan turun terkontraksi menjadi – 0.6% dari sebelumnya 1.4% karena meningkatnya kembali kasus Covid – 19 di Inggris.
Dari Amerika Serikat, minggu ini menjadi minggu yang pendek dengan pasar tutup pada hari Senin karena liburan hari Martin Luther King. Data makro ekonomi yang keluar tidak banyak diperhatikan pasar kecuali klaim pengangguran yang akan keluar pada hari Kamis. Pasar memperkirakan klaim pengangguran akan turun ke 221.000 dari minggu sebelumnya di 230.000. Selain itu data yang akan keluar adalah data perumahan termasuk Building Permits dan Housing Starts pada hari Rabu. Building Permits di perkirakan tidak berubah di 1.71 juta. Sementara Housing Starts diperkirakan sedikit turun dari 1.68 juta ke 1.65 juta. Data lainnya adalah data mengenai manufaktur, antara lain N.Y. Empire State manufacturing index pada hari Selasa yang diperkirakan turun dari 31.9 ke 25.0 dan Philadelphia Fed manufacturing index pada hari Kamis yang diperkirakan naik dari 15.4 ke 19.9.
Secara tehnikal, grafik harian membentuk pola candle “evening star” yang menunjukkan potensi kenaikan yang mengarah ke resistance terdekat di 1.3735 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3766 dan kemudian 1.3783. Kegagalan menembus resistance terdekat di 1.3735 akan membuka pintu kepada penurunan ke arah 1.3621.
Penurunannya akan berhadapan dengan support terdekat di 1.3621 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3551 dan kemudian 1.3500.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido.



