(Vibiznews – Forex) EUR/USD sempat berhasil naik ke atas 1.0900 di sekitar 1.0903 namun kelihatannya masih berat untuk mengumpulkan momentum bullish dengan kembali turun ke 1.0886. Uni Eropa dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan penjualan obligasi bersama secara massif untuk mendanai belanja pertahanan dan naiknya harga energi. Sementara itu, data dari area euro memberikan konfirmasi bahwa ekonomi Eropa bertumbuh sebanyak 0.3% secara kuartalan di Q4.
Setelah menyentuh level terlemah sejak Mei 2020 di dekat 1.0800 dan ditutup 6 minggu berturut-turut di zona negatip pada hari Senin, EUR/USD kelihatannya telah memasuki fase konsolidasi di sekitar 1.0850 pada hari Selasa pagi. Outlook tehnikal memberitahukan bahwa pasangan matauang ini telah berada di dalam kondisi oversold dalam jangka pendek namun kondisi fundamental menunjukkan bahwa matauang bersama Eropa ini tidak mungkin melangkah untuk rebound secara mantap.
Kurangnya kemajuan di dalam kemungkinan gencatan senjata setelah selesainya pembicaraan ronde ke tiga antara delegasi Rusia dan Ukraina pada hari Senin telah membuat arus safe-haven mendominasi pasar pada paruh waktu kedua hari itu. Investor bertambah prihatin dengan berkepanjangannya konflik Rusia – Ukraina yang bisa mengangkat harga-harga komoditi naik lebih tinggi dan menyebabkan stagflasi di area euro.
Eropa dilaporkan sedang merencanakan untuk memangkas impor gas dari Rusia sebanyak duapertiga selama 12 bulan ke depan.
“Support” terdekat menunggu di 1.0840 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0800 dan kemudian 1.0770. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0910 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0950 dan kemudian 1.1000.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido



