Rekomendasi GBP/USD Mingguan 28 Maret – 1 April 2022: Tetap Terkoreksi Turun?

1216

(Vibiznews – Forex) Minggu ini kelihatannya pergerakan koreksi atas GBP/USD kemungkinan belum bisa berbalik arah. Keprihatinan terhadap membumbungnya inflasi dan ketegangan Ukraina kembali mencuat dan melumpuhkan rally pemulihan dari GBP/USD dari kerendahan pada tahun ini. Tren naik GBP kehilangan kekuatannya dengan diverjensi antara kebijakan bank sentral kedua belah pihak memimpin di depan.

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di 1.3144, GBP/USD sempat naik pada awal minggu lalu karena melemahnya USD dan mencapai level tertingginya dalam 2 minggu mengarah ke 1.3250 di sekitar 1.3243.

Pada pertengahan minggu, GBP/USD berada dalam tekanan bearish yang baru pada awal perdagangan sesi Eropa dan mulai turun ke arah 1.3200.

Pada akhir minggu turun ke 1.3150, karena data penjualann ritel Inggris mengecewakan dan karena menguatnya dollar AS. Namun pada akhir perdagangan terkoreksi naik ke 1.3181 karena berkurangnya kekuatan USD.

Dolar AS mengalami kenaikan pada hari Senin minggu lalu dengan kepala Federal Reserve AS Jorome Powell menjadi semakin agresif. Berbicara mengenai outlook ekonomi di National Association for Business Economics Annual Economic Policy Conference, dia mengatakan bahwa inflasi sudah terlalu tinggi dan bank sentral akan bertindak dengan sepadan. Powell bergabung dengan klub yang menginginkan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps secepatnya pada bulan Mei. Perkataan Powell ini memicu aksi jual terhadap obligasi pemerintah yang membuat yields naik ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Poundsterling Inggris tetap tangguh di tengah menguatnya dollar AS karena pasar merasa optimis akan konflik Rusia – Ukraina, dengan diundangnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyampaikan pidatonya di pertemuan tingkat tinggi NATO yang akan di adakan pada hari Kamis minggu lalu. Selain itu Zelenskyy mengatakan bahwa mereka siap mendiskusikan komitmen untuk tidak bergabung dengan NATO dan mendiskusikan status dari Krimea dan Donbass setelah gencatan senjata.

Namun rally ke legaan ini menguap pada hari Rabu setelah data inflasi Inggris muncul lebih panas daripada yang diperkirakan di 6.2% untuk bulan Februari dan mencapai level tertingginya dalam 30 tahun. GBP/USD berbalik turun tajam dari ketinggian selama beberapa minggu dan menembus ke bawah 1.3200 karena keprihatinan akan naiknya inflasi ini.

Tekanan turun terhadap poundsterling bertambah berat dengan diverjensi kebijakan moneter antara Bank of England dengan the Fed AS muncul memimpin di depan.

Pada hari Kamis, dengan antisipasi terhadap pertemuan tingkat tinggi NATO, pasar menjadi tetap optimis, walaupun pasangan matauang GBP/USD gagal mengkapitalisirnya di tengah keluarnya data makro ekonomi Inggris Markit preliminary Manufacturing and Services PMI yang bervariasi. Sementara itu, kurangnya progress yang positip dalam krisis Ukraina ditambah dengan semakin kuatnya respon dari AS dan NATO terhadap Rusia, membuat GBP yang sensitif terhadap resiko berada pada titik lemah sepanjang akhir minggu lalu. Penjualan ritel Inggris untuk bulan Februari yang mengecewakan pada hari Jumat juga membebani poundsterling. Belanja konsumen Inggris tanpa diduga jatuh ke 0.3% MoM pada bulan Februari dibandingkan dengan yang diperkirakan sebesar 0.6%.

Sementara itu AS merilis Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada 18 Maret, yang turun ke 187.000 di bawah dari yang diperkirakan di 212.000. Selain itu angka Durable Goods Orders untuk bulan Februari yang turun – 2.2%, jauh lebih buruk daripada penurunan yang diperkirakan sebesar – 0.5%. Angka PMI preliminary bulan Maret oleh Markit muncul bagus. Terakhir, Michigan Consumer Sentiment Index dikonfirmasi berada di 59.4.

Pada minggu ini kelihatannya tidak ada yang bisa berubah secara fundamental yang positip bagi Poundsterling Inggris dengan perkembangan konflik Rusia – Ukraina dan diverjensi kebijakan moneter bank sentral Inggris dengan AS akan terus menjadi penggerak pasar GBP/USD.

Dengan absennya data ekonomi papan atas dari Inggris, pidato gubernur BoE Andrew Bailey akan diamati dengan seksama untuk mendapatkan petunjuk yang baru mengenai arah kebijakan BoE ke depannya. Bailey akan berbicara pada hari Senin. Selanjutnya pada hari Rabu, pidato wakil gubernur BoE Ben Broadbent juga akan diperhatikan.

Sementara dari AS akan keluar angka final dari GDP AS kuartal ke empat. Pasar memperkirakan GDP AS bertumbuh sebesar 7.1%. Selain itu data yang paling dinantikan adalah angka employment bulanan Nonfarm Payroll yang akan keluar pada hari Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan pertambahan lapangan kerja sebanyak 450.000 pada bulan Maret, sementara tingkat pengangguran diperkirakan berada pada 3.7%. Sebelum keluar laporan NFP, pada hari Rabu akan keluar lebih dahulu data ADP Employment Change yang suka dijadikan petunjuk terhadap angka NFP. Selain itu akan dipublikasikan juga PMI Manufaktur ISM untuk bulan Maret dan inflasi PCE AS.

“Support” terdekat menunggu di 1.3150 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3100 dan kemudian 1.3000. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3250 dan kemudian 1.3300.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.