(Vibiznews – Forex) GBP/USD terus turun ke arah 1.2700 di sekitar 1.2710, pada hari Senin, tertekan oleh data Inggris yang mengecewakan dan lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko. Indeks saham utama Wall Street tetap pada jalurnya, memulai hari dengan penurunan yang tajam, yang menunjukkan akan menguatnya dollar AS.
Setelah mengalami penurunan lebih dari 1% pada hari Jumat, GBP/USD memulai minggu perdagangan yang baru berada di bawah tekanan bearish yang berat. Dolar AS mengatasi rival-rival utamanya di tengah keengganan terhadap resiko dan pounsterling Inggris tidak mendapatkan permintaan karena data ekonomi yang keluar buruk, sehingga menyebabkan pasangan matauang ini terus terdorong turun.
Setelah data penjualan ritel Inggris yang mengecewakan pada hari Jumat minggu lalu, pada hari Senin, Confederation of British Industry (CBI) melaporkan bahwa Manufacturing Optimism Balance jatuh ke level terendah sejak April 2020. Terlebih lagi, Expected Domestic Price Balance, lompat ke level terkuat sejak 1977, yang menunjukkan perlambatan di dalam aktifitas dan meningkatnya tekanan harga.
Sementara itu, memburuknya situasi coronavirus di Cina dan konflik Rusia – Ukraina yang berlarut-larut terus membebani sentimen pasar.
“Support” terdekat menunggu di 1.2700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2675 dan kemudian 1.2630. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2850 dan kemudian 1.2900.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



