IHSG Senin Siang Melemah ke Level 7.063; Terkoreksi dari 7 Minggu Tertingginya

421
ihag pagi
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (8/8) terpantau berakhir terkoreksi 21,363 poin (0,30%) ke level 7.063,392 setelah dibuka naik ke level 7.092,339.

IHSG terkoreksi dari level 7 minggu tertingginya setelah 5 hari menghijau, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif dengan investor mencermati dampak rilis NFP  kepada arah the Fed berikutnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,24% atau 35 poin ke level Rp 14.927, dengan dollar AS di pasar uang Asia bertahan setelah menguat di sesi global sebelumnya; agak melandai setelah lompat di akhir pekan oleh data tenaga kerja AS -NFP- yang dirilis melebihi ekspektasi.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.892.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 7,684 poin (0,11%) ke level 7.092,339. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,726 poin (0,17%) ke level 1.009,529. Siang ini IHSG melemah 21,363 poin (0,30%) ke level 7.063,392. Sementara LQ45 terlihat turun 0,41% atau 4,082 poin ke level 1.003,721.

Siang ini enam dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 1,26%, diikuti sektor basic industry yang turun 0,54%.

Tercatat sebanyak 243 saham naik, 251 turun dan 182 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 928.039 kali transaksi sebanyak 17,288 miliar lembar saham senilai Rp 7,286 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,30%, dan Hang Seng yang turun 0,75%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Tower Bersama (TBIG) -4,17%, Surya Esa (ESSA) -3,76%, Adaro Minerals (ADMR) -3,36%, dan Bank Jago (ARTO) -2,51%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak terkoreksi setelah 5 hari menghijau, sementara bursa kawasan Asia variatif dengan investor mencermati arah kebijakan the Fed berikutnya.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan masih ditahan profit taking setelah semingguan bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.138 dan 7.258. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.778, dan bila tembus ke level 6.559.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group